Pemilik Cabut Laporan, Pemungut HP di Jalan Akhirnya Bebas

cabutku
CABUT LAPORAN - Sejumlah tokoh di Kecamatan Marga, Tabanan, ikut terlibat mediasi dan pencabutan laporan di Polsek Marga, Senin (27/12/2021), mengenai kasus kehilangan HP. (DenPost.id/ist)

Tabanan, DenPost

Setelah mendapat berbagai tanggapan di media sosial (medsos), kasus kakek yang ditangkap polisi hanya gara-gara memungut HP, akhirnya berujung damai. Pemilik HP, I Made Adi Dharma Putra (17), warga Banjar Geluntung, Kecamatan Marga, Tabanan, mencabut laporan terhadap tersangka I Putu Sada alias Guru Dedik (54).

Kapolsek Marga AKP I Gede Budiarta mengatakan bahwa pemilik HP mencabut laporan pada Senin (27 /12/2021). Keduanya sepakat damai, sehingga kasusnya tak dilanjutkan lagi. ‘’Peritiswa ini hendaknya bisa dijadikan pelajaran bagi seluruh masyarakat, jika menemukan barang yang bukan hak milik sendiri agar segera dikembalikan dengan cara membawa ke pihak desa atau menghubungi polisi terdekat,” tegasnya.

Baca juga :  Disidak Komisi I DPRD Bali, Atlas Beach Fest Malah Diberi Toleransi

Mengenai alasan I Made Adi Dharma Putra mencabut laporan, AKP Budiarta mengatakan, selain HP-nya sudah ditemukan, tersangka Guru Dedik punya itikad baik untuk minta maaf. Seluruh tokoh desa setempat ikut melakukan mediasi dan melakukan pencabutan laporan. Itikad baik tersangka sudah minta maaf kepada pemilik HP. Pun pemilik HP sudah memaafkan tersangka. ‘’Kemudian HP juga sudah dikembalikan tanpa kartu SIM karena HP sudah di-flash,” ungkapnya.

Budiarta mengaku menyayangkan beragam komentar miring di medsos yang tidak tahu kronologi kejadian sebenarnya. Dikatakannya, saat HP-nya hilang, I Made Adi Dharma Putra sejatinya berupaya menghubungi si pemungut HP (tersangka Guru Dedik). Namun tersangka malah tidak mengindahkan, dan mengganti SIM card dan me-restart HP yang dia temukan itu. “Mestinya HP diangkat dan dikembalikan ke pemiliknya. Terlebih, di HP ada data sekolah yang sangat penting. Seluruh masyarakat agar tidak memberikan komentar sebelum membaca informasi secara utuh,” tegasnya.

Baca juga :  Sempat Tidur Sama Sang Ayah, Balita Malah Ditemukan Meninggal di Sungai Desa Tusan

Sebelumnya, seorang kakek, I Putu Sada alias Guru Dedik, warga Banjar Payangan Kaja, Desa Payangan, Kecamatan Marga, Tabanan, terancam lima tahun penjara gara-gara memungut HP. Kapolsek Marga AKP I Gede Budiarta mengatakan Guru Dedik awalnya memungut HP di jalan di Banjar Geluntung, Kecamatan Marga, pada 20 Oktober 2021 sekitar pukul 08.00. HP milik pelajar, I Made Adi Dharma Putra, itu  dibawa pulang oleh Guru Dedik. “Keesokan harinya, Guru Dedik membawa HP itu ke konter HP. Dia membelikan kartu baru, dan kartu lamanya dibuang,” tegas Kapolsek.

Baca juga :  Waka Polres Tabanan Bagikan Masker di Pasar Bajera

Selanjutnya pemilik HP melapor ke Polsek Marga. Berdasarkan laporan itulah, polisi melakukan penyelidikan dan mendapat informasi mengenai keberadaan tersangka. Polisi kemudian menuju rumah tersangka di Banjar Payangan Kaja. Setelah nomor imei dari kotak KP dicocokkan dengan HP, ternyata memang benar HP tersebut milik I Made Adi Dharma Putra. (yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini