Dekranasda Bali Terus Tingkatkan Produktivitas UMKM Lokal

20211229 153415

Badung, DENPOST.id

Terobosan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Putri Suastini Koster dalam menggenjot UMKM di Bali diaresiasi banyak kalangan pelaku UMKM
Dia aktif memperjuangkan lokasi berjualan bagi pelaku IKM di Taman Budaya Art Center, dan mampu merangkul pihak Angkasa Pura Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bank BPD Bali dan Balimall.go.id untuk bekerjasama.

“Bandar Udara Ngurah Rai menyiapkan tempat untuk Industri Kecil dan Menengah memamerkan serta memasarkan produk kerajinan tangan asli buatan Bali. Sedangkan Bank BPD dan Bank Indonesia selalu siap untuk memfasilitasi dalam memberikan modal bagi pelaku IKM yang ingin mengembangkan diri,” ujarnya Selasa (28/12) di Denpasar.

Sementara Balimall.go.id, kata dia, merupakan lapak pemasaran produk lokal melalui online yang siap menembus pasar nasional bahkan internasional.

Itu ia disampaikan saat membuka “Gerai UMKM Bank BPD Bali Madolan”, di Area Koridor Kedatangan Domestik Bandara Ngurah Rai, Tuban-Badung.

Pada kesempatan ini, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali mengungkapkan rasa bahagia sekaligus rasa bangganya atas dukungan dan kerjasama yang diberikan oleh stakeholder terkait dalam rangka memutar kembali roda perekonomian di masa pandemi seperti saat ini.

Baca juga :  Simulasi "Modular Exercise" di Bandara, Jalak Bali Airlines Jatuh dan 114 Penumpang jadi Korban

Akhir tahun, Dekranasda mendapat dua hadiah besar yakni Industri Kecil dan Menengah (IKM) mendapat tempat yang disiapkan oleh PT. Angkasa Pura, dimana produk Bali hadir di areal koridor kedatangan bandara internasional Ngurah Rai.

Dan yang kedua, Dekranasda mendapat apresiasi langsung dari Presiden RI atas apa yang sudah dilakukan oleh Dekranasda Provinsi Bali hingga saat ini.

“Bergerak perlahan perekonomian masyarakat Bali, walaupun kecil namun pada tujuan dasar yang sesungguhnya adalah ingin mengangkat kembali produk kebanggaan Bali sebagai warisan budaya yang semakin ke sininya harus dilestarikan,” tuturnya.

Dia ingin Dekranasda Provinsi Bali harus lebih tekun mencari dan mengangkat kerajinan lokal kita agar tidak sampai hilang apalagi punah.
“Ini menunjukkan dan mengingatkan kita bahwa apapun yang akan kita lakukan wajib bersinergi dengan semua stakeholder, karena dengan kerjasama yang bagus, setiap orang, setiap lembaga dan setiap organisasi akan mampu menangkap peluang yang ada,” tegasnya lagi.

Baca juga :  Terjatuh dari Jukung, Seorang Nelayan Hilang

“Jika bukan kita yang memberi ruang, membantu mereka, mengangkat mereka membantu pemasaran maka siapa lagi yang akan peduli. Dari sini dapat diketahui bahwa setelah mendapat pembinaan dan pengawasan yang baik, maka para pelaku IKM saat ini mampu tampil mempesona dengan ide-ide hasil karya dan kerajinannya sendiri,” sambungnya.

Sementara Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma mengatakan bahwa dengan cara bersinergi bersama berbagai aspek terutama di bidang UMKM yang searah dengan kebijakan Bank Indonesia mengenai pembiayaan insklusif makroprudensial, akan mampu meningkatkan kapasitas dan membawa UMKM kearah digitalisasi termasuk on boarding dengan menyasar konsumen lokal, nasional dan mancanegara.

Sedangkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho menambahkan bahwa pihaknya bersama Dekranasda Provinsi Bali, Bank BPD Bali dan Balimall.go.id mengucapkan rasa syukur dan ungkapan terima kasihnya lantaran PT. Angksa pura sudah memberikan fasilitas untuk melakukan promosi produk, sehingga dapat melakukan sinergi produk UMKM dan IKM yang searah dengan kebijakan Provinsi Bali yang telah dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo pada tanggal 3 Desember lalu, mengenai peta jalan ekonomi kerthi Bali yang didalamnya ada enam (6) sektor pemberdayaan yakni salah satunya adalah pengembangan IKM-UMKM yang didalamnya mencantumkan mengenai ekonomi kreatif melalui digitalisasi dan diwujudkan pada penghujung tahun 2021 ini.

Baca juga :  Puluhan Pedagang Pasar Petang Mengadu ke Dewan

Dan ke depan, semua pihak terutama seluruh komponen usaha yang ada di areal Bandara Ngurah Rai wajib menggunakan pembayaran nontunai yakni QRIS, dimana akan lebih aman dari sentuhan untuk menghindari tertularnya virus Covid-19, dan juga secara otomatis memberikan kemudahan bagi konsumen dalam sistem pembayaran.

Dari 4.5 juta jiwa penduduk di Bali, sebanyak 388 ribu pengguna QRIS yang sudah tersebar, termasuk para pedagang pasar. (106)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini