Setahun, Belasan ABG di Denpasar Terlibat Kejahatan

mika
Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Mikael Hutabarat

Padangsambian, DenPost.id

Pelaku tindak kriminal di Kota Denpasar ternyata didominasi oleh anak di bawah umur alias anak baru gede (ABG). Dalam setahun terakhir ini, aparat Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Denpasar menangkap 15 pelajar yang terlibat berbagai kasus kejahatan.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Mikael Hutabarat mengungkapkan selama tahun 2021, anak-anak yang menjadi korban kasus kriminal tidak terlalu menonjol. Sebaliknya, ABG yang terlibat kasus criminal justru cukup tinggi. “Lazimnya anak-anak menjadi korban kekerasan seks dan perdagangan anak. Memang kami belum kategorikan kejadian tersebut sebagai kasus menonjol. Terutama perdagangan anak di wilayah hukum Polresta Denpasar, tergolong minim,” tegasnya, Rabu (29/12/2021).

Baca juga :  Genjot Vaksinasi Booster, Polsek Denbar Sasar Desa-desa

Walau demikian, menurut Mikael, bukan berarti Polresta Denpasar abai dengan kasus yang dialami anak-anak, melainkan jadi perhatian dalam penanganannya. “Melalui Unit PPA,  kami secara terus-menerus melakukan penegakan hukum. Juga melaksanakan langkah-langkah pencegahan sosialisasi/imbauan-imbauan terhadap masyarakat dan pihak terkait,” imbuhnya.

Mikael mengungkapan bahwa kasus kekerasan yang dialami anak-anak sekitar 20 sampai 30 kasus setahun. Di samping sebagai korban, anak-anak yang terlibat kasus kriminal sejak awal Januari hingga Desember 2021 tercatat 15. “Meski di bawah umur atau tergolong anak, kasusnya tetap kami proses secara hukum. Pemidanaan mereka berbeda dengan orang dewasa,” tegas perwira polisi kelahiran Medan, Sumatera Utara ini.

Baca juga :  544 Orang Positif Covid-19 di Denpasar, Didominasi Klaster Keluarga

Mikael juga menjelaskan bahwa aksi kejahatan yang melibatkan ABG di Denpasar, mulai dari kasus pencurian motor, pencurian biasa, pencurian dengan kekerasan, pencabulan atau pelecehan seks. “Yang tinggi juga adalah aksi balap liar dan pencurian,” tegasnya.

Mikael mengimbau para orangtua agar rutin mengawasi aktivitas anak-anak dari pergaulan yang tidak benar atau negatif. (yan)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini