Selama Tahun 2021, Kejahatan di Badung Menurun

badung
RILIS AKHIR TAHUN - Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes (tengah) bersama anggotanya saat menggelar rilis akhir tahun, Kamis (30/12) kemarin. (DenPost.id/ist)

Selama pandemi covid-19 rata-rata laporan kasus kriminals yang diterima Polda Bali dan jajaran mengalami penurunan. Begitu pula halnya dengan di Polres Badung. Berdasarkan analisa dan evaluasi, laporan kasus tindak pidana yang masuk Polres Badung dan polsek jajaran secara keseluruhan mengalami penuruan selama periode 2021.

Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes mengatakan bahwa menurunnya laporan kasus kriminal disebabkan berbagai faktor seperti peningkatan patroli, penyelesaian kasus secara restorastive justice dan kegiatan pemolisian proaktif lewat polisi berkebun. “Kami melakukan pendekatan atau bersentuhan langsung dengan masyarakat hingga mampu menekan kriminalitas seperti penganiayaan, gesekan antarmasyarakat, dan narkoba. Salah satu pendekatan yang kami lakukan yakni mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong untuk dijadikan lahan produktif,” tegas Leo, pada jumpa pers akhir tahun di Subak Citra, Desa Bongkasa, Abiansemal, Badung, Kamis (30/12) kemarin. Acara ini juga diisi dengan panen jagung hasil kegiatan polisi berkebun.

Mantan Kasat PJR Ditlantas Polda Bali ini membeberkan selama tahun 2021 Polres Badung menerima 358 laporan kasus, sedangkan tahun 2020 sebanyak 429 laporan kasus. Dari 358 kasus yang diterima tahun ini, sebanyak 265 laporan ditangani satreskrim dan 93 laporan ditangani satresnarkoba. Dari ratusan laporan tersebut, 310 kasus di antaranya tuntas ditangani.

Baca juga :  Sudah Seminggu Kabel Berjatuhan, Begini Reaksi Bendesa Adat Kutuh

Kasus yang ditangani satreskrim pun mengalami penurunan. Tahun 2020 sebanyak 356 laporan kasus, sedangkan tahun 2021 hanya 265 laporan kasus. Dari 265 laporan yang ditangani itu, 221 di antaranya tuntas. Sedangkan sisanya dilanjutkan pada periode 2022. “Jumlah tersangka tahun 2021sebanyak 214. Mereka terdiri atas laki-laki 188, dan perempuan 26. Dari ratusan tersangka itu, ada 10 warga negara asing (WNA) dengan berbagai bentuk kasus,” tambah AKBP Dedy.

Hal berbeda dengan tindak pidana narkotika yang ditangani satresnarkoba. Laporan kasus mengenai barang haram itu justru meningkat. Tahun 2021 ada 72 laporan, sedangkan 2021 sebanyak 93 laporan. Dari 93 laporan tersebut, 89 laporan tuntas.

Baca juga :  Pastikan Kesiapan Prokes KTT G20, Para Menteri Tinjau Bandara Ngurah Rai

Barang bukti yang disita dari tindak pidana ini berupa sabu (SS) seberat 288,06 gram, ekstasi 50 butir, dan serbuk 0,69 gram, ganja 967,89 gram, tanaman ganja 19 batang, biji ganja tujuh butir, tembakau gorila 274,9 gram, kokain 354,45 gram, pil koplo 13.057 butir, MDMA 9,26 gram, hasis 0,85 gram, pil dekstro 860 butir, pil erimin 100 butir, dan LSD lima tablet. “Jumlah tersangka yang diamankan sebanyak 114. Mereka terdiri atas laki-laki 100, dan perempuan 14. Dari ke-114 tersangka itu, enam di antaranya WNA. Kami komitmen untuk berantas narkoba dengan membuat kampung tangguh narkoba di Kecamatan Kuta Utara,” ungkap perwira menengah melati dua di pundak ini.

Selain 358 laporan yang diproses hukum, ada 44 kasus yang diselesaikan secara restorative justice (diselesaikan secara damai antara kedua belah pihak). AKBP Dedy merincikan, Satreskrim Polres Badung menyelesaikan 12 kasus, Unit Reskrim Polsek Kuta Utara 16 kasus, Unit Reskrim Polsek Mengwi delapan kasus,  Unit Reskrim Polsek Abiansemal dua kasus, dan Unit Reskrim Polsek Petang enam kasus.

Baca juga :  Aplikasi ‘’LoveBali’’, Kontribusi Wisman untuk Pelindungan Alam dan Budaya  

Penurunan 71 laporan tahun 2021 ini disebabkan berbagai faktor seperti kegiatan kepolisian dalam mencegah potensi terjadinya gangguan. Salah satu yang dilakukan yakni pemolisian proaktif lewat polisi berkebun. Selain itu akibat dampak pandemi covid-19. Langkah pemolisian proaktif ini dilakukan agar polisi dengan cepat mendengar laporan atau informasi dari masyarakat. Dengan cara seperti ini, masyarakat tidak harus datang ke kantor polisi. “Hal ini dimaksudkan mencegah sedini mungkin melakukan langkah-langkah preemtif dan preventif sebelum terjadi gangguan nyata,” beber AKBP Dedy, didampingi Wakapolres Kompol I Ketut Dana, para kapolsek, dan pejabat utama Polres Badung.

Kegiatan polisi berkebun ini akan terus dilakukan tahun 2022. Selain itu, ada kegiatan pemolisian proaktif lain sesuai situasi dan tantangan yang akan dihadapi. (yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini