Sulinggih Berciuman Banjir Hujatan, PHDI Denpasar Segera Datangi Griya

picsart 22 01 03 13 19 48 813
MESRA - Pose mesra Ida Rsi Lokanatha bersama sang istri yang viral di media sosial.

Sumerta, DENPOST.id

Masyarakat Bali kembali dihebohkan dengan fenomena yang menyeret sosok sulinggih. Kali ini melibatkan pasangan sulinggih, diduga Ida Rsi Lokanatha bersama istri. Dalam sebuah dokumen foto yang tersebar di sosial media keduanya berciuman mesra.
Viralnya foto itu dibenarkan oleh ketua PHDI Kota Denpasar, Nyoman Kenak, saat diwawancarai, Senin (3/1/2022). Kenak menambahkan, Ida Rsi Lokanatha merupakan Dharma Upapati PHDI Kota Denpasar, yakni sulinggih yang mengurus paruman sulinggih di PHDI Denpasar.

Bersama jajaran pengurus PHDI Denpasar, dia akan segera turun mencari tahu kebenaran informasi tersebut dengan mendatangi griya yang bersangkutan di Jalan Badak Agung, Sumerta Kelod.
“Kami akan lakukan investigasi dengan menanyakan langsung kepada yang bersangkutan,” katanya.

Baca juga :  Cegah Korsleting, Begini Tips PLN

Sejak Minggu 2 Januari 2022 petang, postingan tersebut seketika banjir komentar netizen, yang pada intinya menyayangkan foto beradegan mesra itu terunggah di sosial media. Netizen menilai hal ini tidak layak dilakukan oleh sulinggih di tempat umum.

Sementara sekretaris PHDI Kota Denpasar, Made Arka, mengaku telah berkomunikasi bersama Ida Rsi Lokanatha. Diketahui peristiwa itu terjadi pada 23 Desember 2021 bertempat di Griya Ida Rsi Lokanatha di Jalan Badak Agung, Denpasar.
Adegan tersebut berlangsung setelah pemotongan tumpeng sebagai ungkapan kasih sayang, kemudian diunggah oleh sang istri.

Baca juga :  Hakim Dituding Melanggar, Kuasa Hukum Jerinx Layangkan Keberatan ke Pengadilan

Peristiwa viral yang melibatkan tokoh sulinggih memang kerap terjadi di tengah era keterbukaan informasi. PHDI menilai peristiwa ini merupakan dampak dari perkembangan teknologi. Maka, atas kemajuan itu sulinggih harus ikut beradaptasi.

Hal ini sejatinya telah diantisipasi PHDI Kota Denpasar dengan rajin mengingatkan para sulinggih agar selektif dan bijak dalam menggunakan sosial media.
Kendatipun kerap berujung damai, peristiwa seperti ini harus menjadi catatan bagi seluruh pihak. Kedewasaan sulinggih sebagai orang yang disucikan umat harus menjadi perhatian penting para sulinggih.
Kenak menambahkan, PHDI tidak memiliki kewenangan memberi sanksi kepada seorang sulinggih, karena beliau telah bergelar suci. Namun, upaya mencari kebenaran peristiwa itu merupakan tanggungjawab PHDI kepada umat. (106)

Baca juga :  Mas Sumatri Jadi Saksi Kunci, Penyidikan Kasus Masker Nyaris Rampung

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini