Kasatpol PP Bantah PPDN Terjangkit Omicron Lolos Pemeriksaan

picsart 22 01 01 17 19 12 529
VAKSINASI - Kasatpol PP provinsi Bali meninjau gerai vaksinasi di Pelabuhan Gilimanuk Belum lama ini.

Sumerta, DENPOST.id

Covid-19 varian Omicron dari pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) yang berkunjung ke Bali, dikatakan masuk dari jalur darat yaitu Pelabuhan Gilimanuk dalam rentang waktu 20 Desember sampai 25 Desember 2021.
Terkait indikasi lolosnya PPDN yang terjangkit omicron ke Bali dibantah oleh Satpol PP Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi, saat diwawancarai secara daring pada (3/1/2022).

“Kalau yang dari Jawa Timur ke Bali pada saat itu (saat pemeriksaan di Gilimanuk) dia negatif. Tetapi kan itu inkubasinya, pada saat dia kembali ke daerah asal baru muncul dia positif, bukan salah orang di Gilimanuk,” ujarnya.

Baca juga :  Karena Ini, Pecandu Narkoba Bisa Bebas Proses Hukum

Pejabat asal Nusa Penida Klungkung ini mengatakan, pengawasan di pelabuhan Gilimanuk sejatinya cukup ketat. Pengawasan dilakukan secara berlapis bersama Satpol PP Jawa Timur. Jadi, setiap PPDN yang masuk ke Bali telah menjalani dua kali skrining.
“Di sana (Pelabuhan Ketapang) juga diskrining, Gilimanuk juga skrining, tidak ada masalah. Tetapi kebetulan pada saat ia kembali ia melakukan test ternyata positif, inkubasi tulah yang jadi masalah saat sudah kembali,” tutur Darmadi.

Pihaknya juga mau memantau warga negara Rusia yang terpapar omicron. Darmadi mengatakan, warga negara asing ini datang ke Bali melalui jalur udara yakni bandara internasional I Gusti Ngurah Rai.
Saat masuk ke Bali,.warga negara asing itu dibekali surat keterangan negatif Covid-19 dari karantina Jakarta, yang diduga terjadi kekeliruan input data.

Baca juga :  10 Hari PPKM Level 2, Tim Yustisi Kantongi Denda Rp 13,4 Juta

“Yang masuk ke Bali tamu Rusia, mereka sudah pegang surat keterangan negatif itu dari karantina Jakarta, salah input itu. Ya karena dia sudah bawa surat keterangan negatif Covid-19, ya diloloskan,” ujarnya.
Saat ini Satgas covid 19 tengah melakukan pressing dan testing terhadap sejumlah kontak erat yang sempat berkomunikasi dengan PPDN yang terjangkit Omicron. Sedikitnya ada 17 karyawan hotel yang dites oleh Satgas.
Mereka yang menjalani tes akan kan dilakukan karantina selama 10 sampai dengan 14 Hari untuk mengetahui Omicron dalam tubuhnya. Durasi tersebut sesuai dengan masa inkubasi virus. (106)

Baca juga :  Vaksin Tahap Tiga Tiba di Baseops Lanud Ngurah Rai

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini