Temuan Kasus Omicron, Masyarakat Diharapkan Tak Panik

picsart 22 01 03 20 01 49 464
Koordinator Komunikasi Satgas Covid-19 Kabupaten Badung, IGN Jaya Saputra.

Mangupura, DENPOST.id

Masuknya varian Covid-19 Omicron di Bali, Pemerintah Kabupaten Badung berharap tidak menjadi kepanikan di masyarakat. Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Badung bersama tim Satgas Covid-19 Provinsi Bali, akan terus melakukan tracing (pelacakan) terhadap masyarakat di Kabupaten Badung.

Hal ini diungkapkan Koordinator Komunikasi Satgas Covid-19 Kabupaten Badung, IGN Jaya Saputra, Senin (3/1/2022)

Mantan Camat Mengwi itu, mengatakan pihaknya mengharapkan masyarakat tidak panik dengan temuan baru ini. “Kita tetap waspada, protokol kesehatan tetap dilakukan dan jangan abai dengan penggunaan masker dan melakukan cuci tangan dengan sabun. Selain itu, tetap batasi diri agar menjauhi kerumunan juga,” paparnya.

Sementara Camat Kuta Selatan, Ketut Gede Arta menyatakan pada hari ini telah dilakukan pengambilan sampel Swab PCR dari pegawai vila tempat pasien tersebut, menginap. Pengambilan sampel ini, dilakukan karena mereka sempat kontak erat dengan pasien. Adapun tim yang terlibat pada pengambilan sampel ini, yakni Satgas Kecamatan Kuta Selatan, dan Puskesmas Kuta Selatan. “Ada sebanyak 11 orang yang diambil sampel Swab karena kontak erat,” ujarnya.

Baca juga :  Pengawasan PPKM Darurat Diminta Lebih Humanis

Dari 11 orang yang diambil sampel ini, pihaknya masih menunggu hasil keluar. Bila Senin sore hasilnya sudah keluar, apabila hasilnya negatif, maka mereka tidak akan di karantina. Namun, bila hasilnya sebaliknya, akan dilanjutkan dengan pelaksanaan karantina. “Saat ini, sambil menunggu hasil keluar mereka sementara dikarantina mandiri di rumahnya. Secara umum semuanya dalam kondisi sehat,” kata Gede Arta.

Berdasarkan data di vila tempatnya menginap, lanjut Arta, pasien ini diketahui check in (masuk) pada 11 Desember 2021, dan check out (keluar) pada 15 Desember 2021. Secara data bila melihat tanggal dia tinggal di vila pada 15 Desember, kini telah memasuki hari ke-19. Bila merujuk pada masa inkubasi virus yang mulai terlihat bergejala pada 10 hari setelah kontak, tentu ini sudah melewati masa itu. “Vila tempatnya menginap ini, sudah mengantongi sertifikat CHSE. Tentu pengawasan dan penanganan tamu di wilayah tersebut, pastinya sangat ketat. Kami berharap hasil sampel yang diambil bisa negatif semua,” harapnya. (115)

Baca juga :  Antis dan Tiket.com Kembali Berkolaborasi Luncurkan Program Long Stay dan VACcation Rewards

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini