PTM di Bangli Mulai Diterapkan 100 Persen

full 1
PROKES - Siswa SMP di Bangli yang tetap mengukuti prokes sebelum masuk ke areal sekolah. DENPOST.id/ist

Bangli, DENPOST.id

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli mulai menerapkan 100 persen Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Namun, PTM dilaksanakan dengan sejumlah persyaratan.

“Seiring kian melandainya kasus Covid-19 dan tingginya capaian vaksinasi, sehingga PTM di Bangli kami terapkan full,”kata Kepala Disdikpora Bangli, Komang Pariartha, Selasa (4/1/2022).

Kepastian pemberlakuan 100 persen ini juga dituangkan dalam Surat Edaran (SE) No. 420/002/Disdikpora yang telah diterbitkan. SE tertanggal 3 Januari 2022 tersebut ditujukan kepada satuan pendidikan Paud, SD/sederajat, SMP/sederajat, SKB dan PKBM se-Kabupaten Bangli. “SE tersebut telah berdasarkan keputusan bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Mendagri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19, serta berdasarkan data bahwa Kabupaten Bangli berada pada PPKM Level II,” jelasnya.

Untuk diketahui, capaian vaksinasi Covid-19 dosis II di Kabupaten Bangli pada pendidik dan tenaga kependidikan sudah berada di atas 80 persen dan dosis II untuk lansia sudah di atas 50 persen. Oleh karenanya, lanjut Pariartha, Bangli sudah dapat melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas katagori A dengan kapasitas tatap muka 100 persen.

Baca juga :  Polsek Gilimanuk Tertibkan Calo Pengantar Rapid Test

Terkait dengan itu, tatap muka katagori A sudah bisa dimulai pada semester genap tahun pelajaran 2021/2022. Tindak lanjut dari itu, satuan pendidikan juga diminta segera melakukan input data secara online ke sejumlah laman yang ditentukan. Satuan pendidikan juga diwajibkan memasang aplikasi Peduli Lindungi. “Selama PTM terbatas katagori A ini, untuk kantin sekolah tetap ditutup,” jelasnya. Sebaliknya, satuan pendidikan diminta menghentikan sementara PTM terbatas untuk dialihkan ke pembelajaran jarak jauh selama 14 hari.

Baca juga :  Aksi Buang Bangkai Babi "Menular" ke Landih

Jika terjadi klaster penularan Covid-19 di satuan pendidikan, hasil survailans epidemiologis menunjukkan angka positif rate warga satuan pendidikan sebanyak 5 persen atau lebih dan warga satuan pendidikan yang masuk dalam notifikasi hitam pada aplikasi PeduliLindungi sebanyak 5 persen atau lebih. Berikutnya, dalam SE tersebut juga telah diatur PKM bisa dialihkan dengan pembelajaran jarak jauh selama 5 hari jika terbukti bukan merupakan klaster penularan di satuan pendidikan dan hasil survailans epidemiologis menunjukkan angka positif terkonfirmasi covid di bawah 5 persen.

Baca juga :  Sekitar Dua Hektar Hutan Konservasi Gunung Batur Terbakar

Pun jika terdapat temuan kasus suspek, kontak erat dan terkonfirmasi Covid-19 maka kepala satuan pendidikan wajib melaporkannya ke Puskesmas atau satuan penanganan Covid setempat dan menyampaikan informasi tersebut kepada Disdikpora Bangli. Selain itu, sejumlah ketentuan lain juga telah diatur dalam SE tersebut. “Surat edaran ini akan diubah atau disesuaikan apabila dikemudian hari ada penyesuaian regulasi atau petunjuk dari pemerintah atasan,” pungkasnya. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini