Dewan Sayangkan Kualitas Proyek Plaza Kuliner di Stage Ceningan

picsart 22 01 03 20 00 09 453
TOILET DAN PLAZA - Kondisi proyek toilet dan plaza kuliner di Stage Ceningan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung.

Semarapura, DENPOST.id

Molornya pengerjaan proyek toilet dan plaza kuliner di Stage Ceningan, Nusa Penida sangat disayangkan anggota Komisi II DPRD Klungkung, AA Sayang Suparta. Politisi dari partai Gerindra ini juga menilai kualitas pengerjaan dan progres pengerjaan proyek yang menelan anggaran Rp 1.086.086.000 ini jauh dari kata layak alias buruk.

“Kami di Komisi II DPRD sudah dua kali turun dan melihat kualitas jauh dari kata baik. Penyemenannya sudah retak baik dari Stage Ceningan dan juga plaza kuliner yang sedang dikerjakan,” ungkap AA Sayang Suparta, Selasa (4/1/2022).

Baca juga :  Akibat Covid-19, Puluhan Anak Jadi Yatim dan Piatu di Klungkung

Selain itu, politisi asal Satria, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan ini juga mengaku pesimis pemberian perpanjangan waktu hingga 50 hari kepada CV. Segitiga Jaya Utama ini bisa dikerjakan sesuai harapan. Pasalnya,  pengerjaan proyek sebelumnya yang menghabiskan 150 hari kerja saja pihak rekanan hanya bisa menyelesaikan kurang dari 50 persen pengerjaan.

“Dengan diberikan waktu dua bulan itu saya jamin tidak bakalan sampai (selesai pengerjaan). Apalagi proses finishing yang lebih berat beban kerjanya,” katanya.

Baca juga :  Mobil Perpustakaan Keliling Klungkung Tawarkan Kupon Berhadiah

Melihat kualitas dari pengerjaan proyek tersebut, Anak Agung Sayang menyarankan agar Pemkab memutus kontrak rekanan sehingga bisa dilanjutkan oleh kontraktor yang memiliki kualitas pengerjaan lebih baik. Pihaknya pun meminta agar molornya pengerjaan proyek ini tidak lagi terjadi. Mengingat kondisi tersebut terjadi disebabkan oleh pengawasan yang tidak maksimal dan juga proses tender yang menurutnya masih lemah.

Sebelumnya Kadis Pariwisata Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gede Putra Wedana, mengatakan kalau keterlambatan ini bukanlah disebabkan oleh keterbatasan tenaga kerja. Melainkan diduga memang karena masalah dana di internal rekanan. Untuk itu, dirinya sangat berharap dalam perpanjangan waktu selama 50 hari ini, pengerjaan dapat dituntaskan. Jika tidak, maka akan terjadi pemutusan kontrak.

Baca juga :  Antisipasi Hepatitis Akut, RSUD Siapkan Ruang Isolasi Noncovid

“Kalau harapan kami dari dinas bisa terselesaikan dalam waktu 50 hari ini. Biar tidak mangkrak juga pengerjaannya. Jika dalam waktu 50 hari ini hingga awal Februari 2022 tidak juga selesai pengerjaannya, maka akan ada pemutusan kontrak. Pencairan nilai proyek nanti dihitung dari progres pekerjannya,” jelasnya. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini