Gubernur Koster Luncurkan SE Tata Titi Kehidupan Masyarakat Bali 

picsart 22 01 04 19 36 20 585
LUNCURKAN SE - Gubernur Bali, Wayan Koster, saat peluncuran SE tentang Tata titi Kehidupan Masyarakat Bali, di Wantilan Pura Samuan Tiga, Desa Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, Selasa (4/1/2022)

Gianyar, DENPOST.id

Gubernur Bali, I Wayan Koster meluncurkan surat edaran (SE) tentang tata titi kehidupan masyarakat Bali, berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal sad kerthi dalam era baru. Peluncuran SE dihadiri Wakil Gubernur Bali, Ketua DPRD Bali, Kapolda Bali, para bupati/walikota se-Bali, Bendesa Agung MDA Provinsi Bali, Bendesa Madya MDA Kabupaten/Kota se-Bali, Bendesa Alitan MDA Kecamatan se-Bali, serta ratusan undangan lainnya di Wantilan Pura Samuan Tiga, Desa Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, Selasa (4/1/2022).

Gubernur Bali, I Wayan Koster dalam paparannya menyebutkan ada tujuh poin yang menjadi dasar pertimbangan peluncuran SE ini, di antaranya tuntunan dan wejangan para penglingsir dan guru-guru suci Waskita yang telah menjadi leluhur, lelangit Bali memberikan wejangan cara hidup krama Bali yang menyatu dengan alam, yakni perlunya menjaga kelestarian lingkungan hidup untuk kelangsungan kehidupan, bahwa manusia adalah alam itu sendiri.

Manusia harus sejalan/seirama dengan alam, hidup yang menghidupi, urip yang mengurip, hidup harus menghormati alam, alam ibarat orangtua. Oleh karena itu, hidup harus mengasihi alam. 

Dikatakannya, tata-titi kehidupan masyarakat Bali yang menyatu dan menjaga keseimbangan dan keharmonisan antara alam Bali, manusia/krama Bali dan kebudayaan Bali, meliputi adat istiadat, tradisi, seni dan budaya, serta kearifan lokal secara niskala dan sekala merupakan tata titi kehidupan masyarakat Bali yang orisinil dan genuine Bali.

Baca juga :  Persembahan Hari Anak Nasional, BRI Bagi Beasiswa Junio Smart bagi Pelajar

Lanjut dia, tata titi kehidupan yang mengkait dan menyatu dalam alam secara niskala dan sekala bersumber dari nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi. Dikatakannya, nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi ini sudah lama diajarkan. Tapi belum pernah dipolakan oleh pemerintah daerah. Selama ini, hanya dilakukan individu-individu, sehingga ada yang ingat jalan, ada yang tidak. Karena itu, tata titi ini harus dijadikan pedoman, karena memiliki nilai luar biasa.

“Leluhur kita luar biasa menciptakan ajaran seperti ini. Warisan ini diperlukan sepanjang jaman, tidak pandang suku, ras dan agama. Sehingga harus dijaga agar tidak kehilangan jati diri,” harap Gubernur Koster. 

Baca juga :  Diajukan SRA, SMPN 1 Payangan Diaudit Kementerian PPPA

Karena itu, tata titi kehidupan masyarakat Bali harus dipahami sampai ke akar rumput. Malah diharapkan jadi life style kehidupan di Bali. Di dunia sekarang ini, sedang mencari bentuk, dan Bali sudah punya dari dulu tinggal pakai. “Maka saya yakin dunia akan belajar hal ini ke Bali. Akarnya ada di Bali, Sad Kerthi ada di Bali. Kita harus bangga,” jelas Gubernur asal  Buleleng ini.

Lebih lanjut dijelaskan Koster, SE tata titi ini diluncurkan bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi yang merupakan warisan adiluhung dari leluhur/tetua Bali, dalam menjaga keseimbangan dan keharmonisan alam, manusia/krama dan kebudayaan Bali secara niskala, sekala yang orisinil, genuine Bali. Kedua, menjadikan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi untuk mengembangkan manusia/krama Bali yang berkarakter, berhati diri, berkualitas, berdaya saing dan bertanggungjawab guna menghadapi permasalahan dan tantangan dinamika perkembangan zaman dalam skala lokal, nasional dan global.

Baca juga :  Lagi, Tenaga Kesehatan Asal Gianyar Positif Covid-19

Ketiga, menjadikan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi sebagai dasar untuk mengembangkan tata titi kehidupan masyarakat Bali yang tata titi tentram kerta raharja. 

Selanjutnya mengimbau pimpinan lembaga vertikal di Bali, walikota/bupati se-Bali, Bendesa Agung MDA Provinsi Bali, Bendesa Madya MDA Kabupaten se-Bali, Bendesa Alitan MDA Kecamatan se-Bali, pimpinan lembaga pendidikan se-Bali, perbekel dan lurah se-Bali, bendesa adat se-Bali, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan dan swasta se-Bali agar mensyukuri, menghormati dan memuliakan warisan adiluhung dari penglingsir, guru-guru suci, leluhur dan lelangit Bali berupa nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, yakni Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi. (116)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini