Asimilasi Diperpanjang, Lapas Singaraja “Bebaskan” 13 Orang Napi

picsart 22 01 04 19 37 51 559
ZOOM MEETING - Zoom meeting Pembimbing Kemasyarakatan Balai Pemasyarakatan Kelas I Denpasar, Wayan Sutresna, Selasa (4/1/2022)

Singaraja, DENPOST.id

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Singaraja kembali mengeluarkan 13 orang narapidana yang telah memenuhi persyaratan, baik administratif maupun substantif untuk menjalani program asimilasi rumah melalui Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 43 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Nomor 32 Tahun 2020, Selasa (4/1/2022).

“Dari 13 orang narapidana ini, nantinya akan dalam pengawasan Bapas Kelas I Denpasar selama menjalani asimilasi rumah,” ujar Kasubsi Registrasi LP Kelas II B Singaraja, Gusti Pebriyana.

Baca juga :  Tiga Orang Pengurus LPD Gerokgak Ditetapkan Sebagai Tersangka

Sebelum proses pengeluaran, via zoom meeting Pembimbing Kemasyarakatan Balai Pemasyarakatan Kelas I Denpasar, Wayan Sutresna menyampaikan tentang ketentuan yang harus dilakukan para narapidana selama menjalani program asimilasi, larangan yang tidak boleh dilakukan dan tata cara pelaporan selama menjalani asimilasi rumah.

“Saya ucapkan selamat kembali bersama keluarga, dan anda belum dinyatakan bebas namun hanya menjalani pidana di rumah dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 di lapas. Tetap patuhi protokol kesehatan, ikuti ketentuan yang berlaku dan apabila melanggar ketentuan yang berlaku termasuk melakukan tindak pidana lagi, maka kami akan melakukan pencabutan Surat Keputusan Asimilasi Rumah dan kalian akan masuk lapas kembali,” kata Sutresna.

Baca juga :  Garis Polisi Dibuka, Pedagang Pasar Blahbatuh Evakuasi Barang Dagangan

Dalam kesempatan ini, Sutresna juga memberikan apresiasi kepada jajaran pembinaan dan seluruh pegawai Lapas Singaraja yang sampai saat ini terus memberikan layanan secara maksimal atas implementasi/pelaksanaan Permenkumham No. 43 Tahun 2021 di Lapas Singaraja.

“Terus cermati dan pahami aturan dengan seksama, tetap teliti dalam prosesnya, lakukan konsultasi, koordinasi, kolaborasi dengan baik, berikan layanan yang terbaik kepada narapidana/keluarganya dan tetap menjaga martabat petugas pemasyarakataan dengan tidak melakukan pungutan apapun dari pelaksanaan program ini, karena sudah saya sampaikan bahwa semua layanan di Lapas Singaraja tidak dipungut biaya,” tegas Sutresna. (118)

Baca juga :  Tiga Pasien Covid-19 di Buleleng Meninggal

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini