Gubernur Koster Syukuri Bali Negatif Paparan Varian Omicron

koster
Gubernur Bali, Wayan Koster

Gianyar, DenPost

Gubernur Bali Wayan Koster bersyukur bahwa di Bali belum ditemukan warga yang terpapar covid-19 varian Omicron. Hal itu terbukti dari hasil negatif tes PCR yang dilakukan terhadap 11 karyawan vila di Sawangan, Kutsel, yang sempat berinteraksi dengan PPDN asal Surabaya, Jatim, yang terpapar Omicron.

Dalam peluncuran Surat Edaran (SE) Tata Titi Kehidupan Masyarakat Bali pada Selasa (4/1/2022), di Pura Samuan Tiga, Gianyar, Gubernur Koster di hadapan bupati/walikota dan para bendesa se-Bali, mengatakan PPDN (dua warga Surabaya) yang positif terpapar Omicron dan sempat berlibur di Bali, terbukti sampai tidak menular Omicron ke warga di Pulau Dewata. Hasil penelusuran dan pemeriksaan PCR terhadap 11 pegawai vila tempat menginap warga yang terpapar Omicron itu terbukti negative alias tak terpapar virus. Pemeriksaan yang melibatkan tenaga kesehatan lintas lembaga seperti Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Kabupaten Badung, Dokkes Polda Bali, dan Kesdam IX/ Udayana, itu dilakukan secara serentak dan masif.

Baca juga :  Di Alun-alun Gianyar, Ribuan Bonsai Adu Kontes

Di bagian lain, Dandim 1611/Badung Kol.Inf. Dody Trio Hadi menyebutkan hasil tes ke-11 karyawan vila yang terbukti negatif itu menandakan bahwa Omicron belum ditemukan di Bali. “Jadi perlu saya luruskan bahwa warga Surabaya itu bukan terpapar dari Bali, belum bisa dipastikan. Rekan-rekan wartawan jangan sampai salah membuat tulisan yang akhirnya malah membuat opini yang merusak, membias kemana-mana,” tegasnya.

Pelurusan opini itu, menurut Kol.Dody, penting guna mencegah wisatawan takut datang ke Bali karena ancaman Omicron. Kendati terbukti pemeriksaan ke-11 kontak erat PPDN yang terpapar Omicron itu negatif, Dody mengatakan saat ini terus dilakukan penelusuran.

Baca juga :  Mabuk, Dua Pemuda Asal Sumba Curi Motor

Mengenai ancaman penyebaran Omicron, tambah Dandim, yang paling penting adalah masker dan prokes lain seperti mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan mewaspadai kerumunan. Masyarakat harus kembali meningkatkan kewaspadaan diri dari potensi penularan covid-19 apa pun jenis variannya.

Gubernur Koster juga mengajak masyarakat berdoa agar Bali terhindar dari Omicron, sehingga tahun ini kehidupan dan aktivitas masyarakat mendekati normal. Dengan demikian, upaya pemulihan pariwisata dan ekonomi Bali dapat dimaksimalkan secara bertahap.

Menurut Koster, terkendalinya pandemi di Bali berkat pencapaian vaksinasi anticovid-19 yang cukup tinggi. Data terbaru vaksinasi untuk warga usia 12 tahun ke atas di Bali dosis 1 mencapai 102% lebih. Sedangkan dosis 2 mencapai 91% lebih. “Ini jauh di atas standar WHO, bahkan kita jauh dari standar nasional,” tuturnya.

Baca juga :  Pemprov Kembali Berlakukan Relaksasi Pajak Kendaraan Bermotor

Untuk anak usia 6 tahun sampai 11 tahun per hari yang divaksin mencapai 92%. Koster mengklaim Bali yang paling cepat melakukan vaksinasi untuk anak-anak dibanding daerah lain yang baru mencapai 50%. “Ini karena koordinasi kami dengan Bapak Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, dan bupati/walikota se-Bali itu berjalan sangat baik, sehingga apa yang kita programkan betul-betul terlaksana dengan baik,” tegas Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini. (wir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini