Polisi Terus Buru Tiga WNA yang Rampok Pengusaha Italia

pokdof
PERAMPOK DIBEKUK – Tersangka Nicola Disanto dan Gregory Lee Simpson dibekuk setelah merampok pasutri asal Italia di salah satu vila di Kuta pada November 2021. (DenPost.id/ist

Padangsambian, DenPost

Walau dua perampok pasangan suami-istri (pasutri) asal Italia telah ditangkap, polisi terus memburu tiga anggota komplotan ini yang masih buron. Sementara ini, dua tersangka yang diamankan di Polsek Kuta yakni Nicola Disanto (34) asal Italia, dan Gregory Lee Simpson (36) asal Inggris, masih dalam pemeriksaan.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, Selasa (4/1/2022), mengatakan ketiga tersangka yang diburu itu diduga berasal dari Italia dan Rusia. Meski belum mengetahui secara pasti apakah ketiga DPO itu sudah kabur ke luar negeri atau tidak, Kombes Jansen mengaku bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan petugas imigrasi untuk mengantisipasi keduanya kabur ke luar Bali. “Kami sudah berkoordinasi dengan imigrasi,” tegasnya.

Tersangka Nicola Disanto dan Gregory Lee Simpson ditangkap oleh Polsek Kuta setelah merampok seorang pengusaha Itali, Camilla Guadagnuolo (30) dan istrinya, Principe Nerini, di Vila Estate dan Spa Royal di Jalan Nakula Gang Baik-baik, Seminyak, Kuta. “Tersangka Nicola tinggal di Jalan Mahendradatta, Denbar, sedangkan Gregory tinggal di salah satu vila di Dalung, Kuta Utara. Kedua tersangka adalah mantan anak buah korban,” beber Jansen.

Dia melanjutkan perampokan yang terjadi pada  11 November 2021 malam tersebut telah direncanakan oleh kedua tersangka. Bahkan mereka mengajak tiga WNA lain asal Itali dan Rusia dalam melancarkan aksi kejahatannya. “Tiga lainnya masih kami kejar. Baru dua tersangka yang kami amankan. Kasus ini masih dalam pengembangan,” ujar perwira polisi asal Sumatera Utara ini.

Baca juga :  Ikuti Pengobatan Gratis Saat Pandemi, Lansia Disiplin Terapkan Prokes

Menurut Jansen, tersangka Nicola dan Gregory serta tiga pelaku lainnya yang masih buron, mendatangi TKP sekitar pukul 02.30. Mereka beraksi dengan mendobrak pintu vila, kemudian menodongkan pisau ke arah Camilla dan istrinya. “Para tersangka mengenakan pakaian serba hitam dan penutup wajah (zebo) saat melakukan perampokan,” tegasnya.

Para tersangka lalu menyekap korban dan istrinya di salah satu kamar. Kedua kaki dan tangan korban diikat, termasuk mulutnya dilakban, serta dipukul berulang kali hingga keduanya tak sadarkan diri. “Aksi perampokan itu telah direncanakan sejak seminggu oleh tersangka Nicola. Motifnya sakit hati karena tersangka pernah bekerja dengan korban. Untuk kepastiannya, masih kami dalami,” tambah Jansen.

Baca juga :  Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Denpasar Gencarkan Vaksin Booster

Setelah keduanya terkapar di lantai, para tersangka mengambil enam unit HP milik korban. Salah satunya berisi account Bitcoin. Sambil melalukan pengancaman yakni akan membunuh istri korban, tersangka menanyakan password HP korban, sambil menempelkan pisau di leher istri korban. “Korban terpaksa memberi tahu password HP-nya. Setelah itu, tersangka mengambil empat laptop, kamera, hardisck, empat BPKB motor dan mobil, uang ratusan juta dalam bentuk rupiah dan Euro di dalam brankas. Kemudian dari HP itu, tersangka memindahkan uang Bitcoin sebesar Rp 5,8 miliar ke rekeningnya. Kami hanya bisa membawa sebagian kecil jumlah uangnya ke sini (Mapolresta Denpasar). Nanti saat dipersidangan kami bawa semuanya,” beber Jansen.

Baca juga :  Pasien Isoman Kategori Miskin Bakal Diberi Paket Obat Gratis

Tersangka Nicola kemudian ditangkap saat melintas di wilayah Kerobokan, Kuta Utara, pada 15 Desember 2021. Sedangkan tersangka Gregory ditangkap di rumah pacarnya di Jalan Setia Budi, Kuta, pada 20 Desember 2021. (yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini