Kartu Antrean Dicabut, Empat Pedagang Bermobil Diusir dari Terminal Galiran

usir 1
DITERTIBKAN - Petugas gabungan dari Satpol Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Klungkung melakukan penertiban pedagang bermobil yang berjualan di Terminal Galiran, Rabu (5/1/2022).

Semarapura, DENPOST.id

Petugas gabungan dari Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Klungkung kembali melakukan tindakan tegas terhadap pedagang bermobil yang berjualan di terminal Galiran. Rabu (5/1/2022), ada empat pedagang bermobil yang diusir dari terminal. Bahkan kartu antrean pedagang tersebut juga langsung dicabut oleh petugas.

Langkah tegas ini diambil petugas karena sejumlah pedagang bermobil membandel berjualan di dalam terminal. Padahal sudah sejak awal diberitahukan kalau areal di dalam terminal hanya digunakan untuk parkir sementara sebelum mereka dapat giliran masuk ke dalam Pasar Galiran. Kenyataannya, saat petugas turun sekitar pukul 09.00 Wita, ada beberapa pedagang berjualan di dalam terminal.

Baca juga :  Pasien Terakhir Sembuh, RSUD Klungkung Nihil Pasien Positif Covid-19

“Penertiban ini kami lakukan menindaklanjuti keluhan pedagang di dalam pasar kalau ada pedagang bermobil yang melakukan transaksi di areal terminal. Setelah kami turun bersama Dishub dan Dinas Perdagangan, kami temukan ada pedagang bermobil berjualan di dalam terminal,” ungkap Kasatpol PP dan Damkar Klungkung, I Putu Suarta.

Menurut Putu Suarta, ada empat pedagang bermobil yang kedapatan berjualan di dalam terminal. Mereka ada yang berjualan sayuran, bawang maupun cabai. Keempat pedagang bermobil ini kemudian ditindak tegas dengan meminta mereka keluar area terminal dan kartu nomer urut untuk berjualan di dalam pasar juga dicabut.

Baca juga :  WNA Distop Nyeberang ke Nusa Penida

“Kami harus bertindak tegas. Kami sudah berulang kali sosialisasi dan pembinaan, tapi tetap saja ada yang melanggar dengan tetap berjualan di dalam terminal. Kami akan monitor terus, jika kami temukan lagi kami akan bawa ke tipiring,” tegas Putu Suarta.

Lebih lanjut Putu Suarta mengatakan, para pedagang bermobil yang membandel tersebut melanggar Keputusan Bupati. Mereka berdalih
berjualan di dalam terminal dengan alasan “masalah perut”. Namun hal ini dibantah petugas karena sudah menyediakan lokasi berjualan di dalam Pasar Galiran. (119)

Baca juga :  Kontak Dengan Positif Covid-19, Puluhan Tenaga Medis Disiapkan Hotel

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini