Syaratnya Prokes Ketat, Pawai Ogoh-ogoh Akan Digelar di Denpasar

picsart 22 01 05 19 15 03 504
PAWAI OGOH-OGOH - Pelaksaan pawai ogoh-ogoh, saat pangrupukan menjelang Nyepi di wilayah Kesiman, Denpasar Timur sebelum pandemi Covid-19.

Dauh Puri, DENPOST.id

Pawai ogoh-ogoh saat pangrupukan rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944, akan kembali digelar di Kota Denpasar, dengan syarat protokol kesehatan (prokes) ketat.

Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Anak Agung Gede Risnawan usai bertemu dengan Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, di Kantor Walikota Denpasar, Rabu (5/1/2022), mengatakan Dinas Kebudayaan Denpasar sudah melakukan pertemuan dengan para Yowana MDA Denpasar, Saba Upadesa, pecalang hingga Forum Bendesa. Mereka sebagian besar mengusulkan untuk kembali bisa melaksanakan pawai ogoh-ogoh seperti tahun-tahun sebelumnya, sebelum pandemi Covid-19. Sebab, mereka merasa kangen dengan suasana pangrupukan sebagai tradisi dan pengembangan kreativitas anak muda di Denpasar yang sudah vakum selama dua tahun.

Baca juga :  Diduga Salah Paham, Sutarjana Tewas Terkapar di Banjar

“Dengan adanya aspirasi tersebut, Disbud Denpasar mengajukan ke Walikota Denpasar untuk mendapatkan persetujuan. Kami sudah menyerap usulan itu, dan sekarang usulan itu kami sampaikan ke walikota bahwa sebagian besar ingin kembali diberikan izin menggelar arak-arakan ogoh-ogoh dengan syarat harus prokes ketat,” kata Risnawan.

Pengajuan ini, lanjut dia, dilakukan sesuai dengan Surat Edaran (SE) MDA Provinsi Bali. Selain itu, selama ini Pemkot Denpasar juga berkeinginan untuk tetap memberikan ruang dan menghidupkan kreativitas anak muda di Denpasar. “Bapak Walikota sudah menyetujui usulan tersebut. Jadi, setelah ini kami akan melakukan pertemuan akhir dulu dengan MDA Kota Denpasar besok (Kamis-red) di Pemkot Denpasar,” ujarnya.

Baca juga :  Dewan Dorong Satgas Desa Adat Diberi Dana APBD

Salah satu yang akan menjadi syarat dalam pawai ogoh-ogoh, yakni penerapan prokes ketat, pelaksanaan arak-arakan tidak boleh melewati banjar masing-masing, serta masing-masing banjar tidak diperbolehkan membuat ogoh-ogoh lebih dari satu. (112)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini