Penghargaan K.Nadha Nugraha Menambah Semangat Bangun Bali

jamur
USAHA JAMUR TIRAM - Ni Wayan Purnami Rusadi memperlihatkan usaha jamur tiram di rumahnya di Peguyangan Kaja, Dentim, Rabu (5/1) kemarin. (DenPost.id/kmb)

Kelompok Media Bali Post (KMB) kembali memberikan penghargaan K.Nadha Nugraha kepada tokoh yang telah berjasa membangun Bali secara holistik. Kali ini penghargaan diberikan kepada tiga anak muda Bali yang memberi pengaruh terhadap kaum mereka dalam menyebar semangat perjuangan.

KETIGA anak muda Bali itu yakni A.A.Gede Wedhatama (37), Ni Wayan Purnami Rusadi (30) dan Putu Marmar Herayukti (39), menerima penghargaan K.Nadha Nugraha pada Rabu (5/1/2022). Ketiganya terbukti mampu memberi pengaruh terhadap kaumnya dalam menyebarkan semangat perjuangan. Penghargaan diserahkan Pimpinan K.Nadha, Satria Naradha, di tempat mereka masing-masing berproduksi dan berkreativitas.

Baca juga :  Bali Bebas Zona Merah, Gubernur Sebut Kedatangan Wisatawan Mulai Membludak

Untuk diketahui, A.A.Gede Wedhatama adalah Ketua Komunitas Petani Muda Keren (PMK), Ni Wayan Purnami Rusadi selaku petani jamur tiram, dan Putu Marmar Herayukti  adalah seniman, sekaligus undagi ogoh-ogoh ramah lingkungan.

Saat dimintai komentar di tempat usahanya di Jalan Raya Sempidi, Mengwi, Badung, A.A.Gede Wedhatama mengatakan bahwa pertanian memberi optimisme baru bagi Bali di tengah pandemi dan saat banyak orang di-PHK akibat ekonomi terpuruk. ‘’Pandemi menjadi momen baik untuk kita kembali ke sektor pertanian yang menjadi budaya dan adat kita. Pandemi ini menjadi momentum baik untuk kita kembali ke pertanian,” tegasnya.

Mengenai penghargaan K.Nadha Nugraha yang diterimanya, pria asal Singaraja ini mengaku menambah semangat untuk membangun Bali.

Baca juga :  Razia di Dua Tempat, Terjaring 24 Warga Tanpa Masker

Di tempat terpisah, petani jamur  di Peguyangan Kaja, Denpasar Utara, Ni Wayan Purnami Rusadi, mengaku bahwa komitmen di bidang pertanian ini merupakan passion yang tumbuh dari kecintaannya akan pertanian. Penghargaan K.Nadha Nugraha ini diakuinya menjadi motivasi menekuni jamur tiram, dan semangat bertani terus tertanam.

Sedangkan Putu Marmar Herayukti saat ditemui di bengkel kerja di Banjar Gemeh, Denpasar, mengaku dengan menggunakan bambu untuk ogoh-ogoh, tentu memperbaiki ekosistem lingkungan. Dia mengaku bahagia karena sebagian besar anak-anak muda di Bali kini membuat ogoh-ogoh dengan bambu, bukan lagi menggunakan sterofoam (gabus). (kmb)

Baca juga :  Pemilik Kios Bunga Hias Temukan Granat di Dalam Pot Bonsai

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini