Parum Bendesa Se-Denpasar Rumuskan Enam Poin Utama Pembuatan dan Pengarakan Ogoh-ogoh

picsart 22 01 06 18 37 34 413
RAPAT KOORDINASI - Pelaksanaan rapat koordinasi bersama sebagai tindaklanjut atas adanya SE MDA Provinsi Bali, dan Penegasan Gubernur Bali tentang Pembuatan dan Pawai Ogoh-ogoh serangkaian Hari Suci Nyepi Warsa Caka 1944 pemangku kepentingan adat, di Ruang Praja Utama Kantor Walikota Denpasar, Kamis (6/1/2022)

Dauh Puri, DENPOST.id

Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, menggelar rapat koordinasi bersama pemangku kepentingan adat di Ruang Praja Utama Kantor Walikota Denpasar, Kamis (6/1/2022). Rapat yang dipimpin Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana ini, dilaksanakan sebagai tindaklanjut atas adanya SE MDA Provinsi Bali Nomor : 009/SE/MDAProv-Bali/XII/2021 dan penegasan Gubernur Bali Nomor : B19.430/287/Kes/Disbud tentang Pembuatan dan Pawai Ogoh-ogoh serangkaian Hari Suci Nyepi Warsa Caka 1944.

Dari pelaksanaan rakor tersebut, berhasil dicetuskan kesepakatan bersama antara MDA Kota Denpasar, Sabha Upadesa, Parum Bendesa, PHDI, Pasikian Yowana, Pasikian Pecalang, Forum Perbekel/Lurah dan Pemkot Denpasar. Di mana, kesepakatan bersama dengan Nomor : 466/ 026/ DISBUD ini memuat enam poin utama yang menjadi pedoman dalam pembuatan dan pelaksanaan pawai ogoh-ogoh serangkaian Hari Suci Nyepi Caka 1944.

Bendesa Madya MDA Kota Denpasar, AA Ketut Sudiana usai rapat menjelaskan secara umum Kesepakatan Bersama Nomor : 466/ 026/ DISBUD ini, selain merupakan tindaklanjut atas SE MDA dan Penegasan Gubernur Bali, juga merupakan upaya menjaga dan memelihara ketentraman, serta ketertiban umum dalam pelaksanaan serangkaian Hari Suci Nyepi Warsa Caka 1944 di wilayah Kota Denpasar.

Adapun enam poin utama tersebut, lanjut Sudiana terdiri atas pertama pelaksanaan kegiatan melasti dan upacara tawur kesanga (pangerupukan) dalam pelaksanaan rangkaian Hari Suci Nyepi Warsa Caka 1944 di Wilayah Kota Denpasar, dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan dalam pelaksanaannya menjadi tanggungjawab bendesa adat di masing-masing wilayah setempat. Kedua, yakni dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban dengan memperhatikan status perkembangan kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar, serta status PPKM Level 2 di Kota Denpasar maka terhadap pelaksanaan pembuatan ogoh-ogoh dalam tawur kesanga pada rangkaian Hari Suci Nyepi Warsa Caka 1944 dapat dilakukan disesuaikan dengan kondisi perkembangan kasus positif Covid-19 di wewidangan desa adat masing-masing.

Baca juga :  Rendah, Pengaduan Masyarakat ke Ombudsman Soal Dampak Covid-19

Ketiga, yakni untuk penilaian ogoh-ogoh yang dilaksanakan oleh Pasikian Yowana Kota Denpasar, dikemas dengan konsep penilaian yang dilakukan di banjar Aladat setempat. Selanjutnya yang keempat, berkaitan dengan pawai ogoh-ogoh dapat dilaksanakan dengan memperhatikan status perkembangan kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar, serta status PPKM Level 2 di Kota Denpasar, dan tidak ada kebijakan baru pemerintah pusat yang terkait dengan pembatasan aktivitas. Kelima, yakni dalam hal status perkembangan kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar yang mengalami lonjakan, maka pelaksanaan lomba dan pawai ogoh-ogoh akan dijadwalkan dilanjutkan kembali disaat perkembangan status memungkinkan. “Dan untuk yang keenam, sebagai hal yang mendasar dan wajib dilaksanakan, yaitu dalam rangka pelaksanaan pembuatan ogoh-ogoh di masing-masing banjar adat di Kota Denpasar agar tetap menerapkan protokol kesehatan, nantinya lebih lanjut mengenai teknis pelaksanaan pembuatan dan ogoh-ogoh ditetapkan dengan keputusan bersama Majelis Madya Desa Adat dan Sabha Upadesa Kota Denpasar,” ujar Sudiana.

Baca juga :  Angka Positif Covid Turun, Tim Yustisi Tetap Ketat Awasi RTH dan Angkringan

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut; Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan yang juga selaku Plt. Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, AA Gde Risnawan; Bendesa Madya MDA Kota Denpasar, AA Ketut Sudiana; Ketua Sabha Upadesa Kota Denpasar, I Wayan Meganadha; Manggala Parum Bendesa dan Bendesa Adat se-Kota Denpasar, Manggala Pasikian Yowana Kota Denpasar, AA Made Angga Harta Yana; Manggala Pasikian Pecalang Kota Denpasar, I Made Mendra; Sekretaris Forum Perbekel/Lurah Kota Denpasar, IB Agung Upawana Manuaba; PHDI Kota Denpasar, Made Tara, beserta camat dan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar. (112)

Baca juga :  Kinerja Dinilai Enam Bulan, Dana Tegaskan Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini