Bhakti Sosial di Masa Pandemi Melalui Pengobatan Alternatif

alternatif 1
Ketua Yayasan Alam Lestari Nusantara Jaya, Jro Gede Budiasa, di kediamannya di Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng.

Singaraja, DENPOST.id

Bhakti Sosial dengan membagikan sembako dan nasi bungkus mungkin sudah banyak kita lihat di masa pandemi ini. Namun ada cara lain yang dilakukan penekun spiritual Jro Made Sutarma (39) asal Kubutambahan, Buleleng dan Asep Nurjagat (30) asal Ponorogo. Kedua spiritual muda ini melakukan bhakti sosial dengan cara memberikan pengobatan alternatif bagi warga yang mengalami kelumpuhan, saraf kejepit, asam urat dan penyakit lainnya.

“Kami anak muda dari Yayasan Alam Nusantara Jaya melakukan tindakan bakti sosial ke desa-desa di Singaraja. Kami berdua bergerak dengan hati bukan bergerak atas perintah orang,kami melakukan bakti sosial ini hanya mau membatu untuk meringankan keluhan penyakit saudara-saudara kami di Buleleng. Karena kami bukan penyembuh, kami hanya pelaku dan perantara. Masalah sembuh dan menyembuhkan itu kami serahkan ke Tuhan,” ucap Jro Made Sutarma saat ditemui dirumahnya Banjar Dauh Munduk, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Jumat (7/1/2022).

Baca juga :  Menjambret di Singaraja, Dibekuk di Banyuwangi

Hal senada diungkapkan Asep Nurjagat yang tak terpikirkan bisa ke Bali khususnya Buleleng. Pria yang punya berbagai keahlian beladiri ini membantu warga yang sakit dengan terapi “Totok Jari Petir”. Dengan terapi sekitar 7-10 menit, pasien akan merasakan khasiatnya. “Totok ini bukan pijat atau urut, tetapi kita cari titik-titik saraf sehingga tak perlu buka baju,” ungkapnya.

Karena namanya bhakti sosial, mereka tidak meminta bayaran atau imbalan. “Cukup datang ke rumah atau kami yang datang ke rumah warga kalau kondisi pasien tidak bisa jalan,” imbuh Jro Made Sutarma. Sementara itu, Ketua Yayasan Alam Lestari Nusantara Jaya, Jro Gede Budiasa, sangat mendukung apa yang dilakukan anak muda milenial yang menekuni spiritual. Bahkan dirinya berencana akan membuat ruang khusus bagi anak muda yang berniat mendalami dunia spiritual. “Selain bhakti sosial, kita juga akan membuat padepokan khusus untuk mendalami ilmu beladiri dan pengobatan. Mudah-mudahan masa pandemi cepat berlalu dan kita semua selalu dilindungi Yang Maha Kuasa,” tandasnya. (118)

Baca juga :  Terapi Ikan Nilem untuk Saraf Kejepit Ada di Desa Ambengan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini