Antisipasi Banjir, Tukad Mati Harus Dinormalisasi

picsart 22 01 10 18 23 08 304
BANJIR - Banjir yang terjadi di kawasan Dewi Sri Legian, dan sekitarnya belum lama ini, membuat sejumlah warga harus dievakuasi tim SAR Gabungan.

Legian, DENPOST.id

Musim hujan yang masih berlangsung dengan intensitas sedang hingga tinggi masih menjadi ancaman akan terulangnya banjir di Jalan Dewi Sri, dan sekitarnya seperti yang terjadi belum lama ini. Meski upaya pemasangan inlet (lobang) mempercepat jalannya air sudah dilalukan Dinas PUPR Badung, namun tetap perlu dibarengi dengan langkah lainnya, seperti pengerukan atau normalisasi Tukad Mati secara berkelanjutan.

“Pembuatan lobang atau inlet di Jalan Dewi Sri ini patut kita apresiasi karena akan mempercepat jalannya air, sehingga tidak terjadi genangan,” kata Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Legian, Wayan Puspanegara, Senin (10/1).

Baca juga :  PTM, Dewan Badung Harapkan Tes Swab Berlanjut

Pemasangan inlet tersebut, lanjut dia memang diperlukan untuk mengatasi genangan saat hujan seperti biasa. Namun, banjir yang terjadi di Legian sepengetahuannya merupakan siklus yang terjadi setiap 5 tahun sekali. Di mana, bertepatan dengan musim hujan dan bulan mati ketika air laut pasang atau terjadinya banjir rob. Akibatnya air Tukad Mati berjalan pelan ke laut dan meluber keluar, sehingga terjadi banjir yang cukup tinggi.

Karenanya, dia mengusulkan agar dilakukan pengerukan sedimentasi Tukad Mati sepanjang 2 km secara berkelanjutan. “Jadi, ada program dan pos anggaran untuk normalisasi di Pemkab Badung, sehingga pengerukan bisa dilaksanakan setiap tahun agar tidak terjadi pendangkalan,” sarannya. (113)

Baca juga :  Pemerintah Badung Apresiasi Dedikasi Tenaga Kesehatan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini