Percepat Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun, BIN Daerah Bali Turun Tangan

picsart 22 01 10 18 24 07 560
VAKSINASI ANAK - Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Bali, saat melaksanakan vaksinasi massal anak usia 6-11 tahun yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis pertama.

Mangupura, DENPOST.id

Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Bali, melaksanakan vaksinasi massal menyisir anak usia 6-11 tahun yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis pertama. Dalam kegiatan vaksinasi yang berlangsung di GOR Purna Krida, Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Senin (11/1/2022), BIN Daerah Bali bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Diskes) Badung, serta Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Badung.

Pada vaksinasi massal yang rencananya dilaksanakan dua hari ini, dikerahkan 50 orang vaksinator, dengan jumlah vaksin yang disiapkan sebanyak 1.600 dosis vaksin Sinovac.

Baca juga :  Kapolda Bali Resmikan Gedung SPKT Polres Buleleng

Kepala BIN Daerah Bali, Brigjen Pol Hadi Purnomo yang hadir langsung memantau kegiatan tersebut menyatakan vaksinasi massal ini dilaksanakan sebagai upaya membantu pemerintah daerah untuk percepatan vaksinasi. Di mana, untuk Kabupaten Badung dan Provinsi Bali pada umumnya pencapaian vaksinasi sudah hampir 100 persen. “Kita mengambil sisa-sisa sekolah yang belum sempat dilakukan vaksin. Hari ini targetnya 750 anak, besok juga 750 anak,” katanya.

Tahun ini, lanjutnya, BIN Pusat menargetkan 25 juta vaksinasi. Sedangkan untuk Bali, sebanyak 480 ribu vaksinasi. Selain di Badung, kegiatan vaksinasi massal juga dilaksanakan di Tabanan, Gianyar dan Denpasar. Data terakhir, pada hari pertama sebanyak 376 anak yang mengikuti vaksinasi.

Baca juga :  Pelatihan E-Commerce, Pelaku UMKM Didorong Tingkatkan Digital Marketing

Sementara Kadisdikpora Badung, I Gusti Made Dwipayana yang juga hadir mengatakan terima kasih kepada BIN Daerah Bali yang ikut serta membantu pemerintah daerah menyisir anak-anak yang belum sempat tervaksin. “Pada saat pelaksanaan vaksinasi kan banyak anak-anak yang belum bisa, ada yang sakit, banyak yang berhalangan. Bantuan BIN sangat kami hargai untuk menuntaskan di Kuta Utara, termasuk kalau bisa ikut juga menuntaskan di kecamatan lainnya,” katanya.

Baca juga :  Badung Siapkan Data Penerima BLT DD Tahap Dua

Dwipayana menegaskan, vaksinasi adalah syarat bagi siswa untuk bisa mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM). “Kalau belum mendapatkan vaksin, siswa tidak diperbolehkan mengikuti PTM agar tidak mempengaruhi siswa yang lain,” terangnya. (115)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini