Jembrana Juga Izinkan Pembuatan Ogoh-ogoh

subagia 1
Ketua Majelis Madya Kabupaten Jembrana, I Nengah Subagia

Negara, DENPOST.id

Menyikapi adanya Surat Edaran Majelis Desa Adat (MDA Provinsi Bali, terkait pembuatan ogoh-ogoh menyambut Hari Raya Suci Nyepi Saka 1944 yang jatuh pada bulan Maret (3/3/2022), Bendesa Adat se -Jembrana dan para Pasikian Yowana Desa Adat se Jembrana Jembrana, telah melaksanakan rapat.
Dari hasil rapat tersebut disepakati pembuatan ogoh-ogoh di setiap desa adat di Jembrana diperbolehkan.

Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Jembrana juga memutuskan hal yang sama. Ketua Majelis Madya Kabupaten Jembrana, I Nengah Subagia, Selasa (11/1/2022) mengatakan, masing-masing banjar adat diizinkan membuat 1 ogoh-ogoh dan pengarakan dilakukan hanya di banjar mereka sendiri dengan jumlah peserta maksimal 50 orang. Peserta juga harus mengikuti rapid antigen. “Jika ingin membuat ogoh-ogoh harus mengikuti aturan tersebut, ini sudah baku sesuai SE Gubernur Bali,” jelasnya.

Baca juga :  Kafe di Delod Berawah Disidak, Seorang Pemilik Diamankan

Sesuai SE Gubernur Bali, selain peserta mengikuti rapid antigen, ogoh-ogoh juga harus dibuat oleh lembaga seperti banjar adat, paiketan krama atau yowana dan juga mendapatkan izin dari bendesa adat dan Satgas Covid-19 Jembrana.

“Di Jembrana juga akan digelar lomba ogoh-ogoh. Bupati sangat mengapresiasi kreativitas seni anak muda Jembrana dalam pembuatan ogoh-ogoh, bahkan beliau berencana memberi bantuan, dengan catatan para peserta mengikuti SE Gubernur Bali,” katanya.

Baca juga :  Pascabom, Tim Gabungan Obok-obok Gilimanuk

Untuk pengarakan ogoh-ogoh, peserta dilarang keras minum alkhohol. Tim penilai akan datang ke masing-masing banjar dan berkoordinasi dengan kecamatan.
“Saat pengarakan ogoh-ogoh nantinya tidak diperkenankan menggunakan soundsystem yang berlebihan, cukup diiringi instrumen gambelan tradisional (baleganjur) atau yang sejenisnya,” jelasnya. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini