Deposito Rp22 Miliar Nasabah LPD Begawan Lenyap

picsart 22 01 11 18 19 39 602
NASABAH LPD - Dua orang nasabah LPD Desa Adat Begawan, didampingi pengacara Diana Ivory, Selasa (11/1/2022)

Gianyar, DENPOST.id

Sejumlah Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Bali belakangan ini, bermasalah. Salah satunya LPD milik Desa Adat Begawan, Desa Melinggih Kelod, Payangan, Gianyar.

Deposito sebesar Rp22 miliar milik nasabah LPD Desa Adat Begawan, lenyap. Hal ini, membuat para nasabah resah dan berencana membawa kasus ini, ke ranah hukum.

Informasi yang berhasil dihimpun, Selasa (11/1/2022), kasus ini tercium sejak 4 tahun silam, sekitar tahun 2019. Namun sampai saat ini, belum ada kejelasan.

Salah seorang nasabah, Wayan Lentara Yasa mendepositokan uang sebesar Rp300 juta sejak 2014. Ketika tahun 2019, pihaknya berencana menarik uang tersebut untuk kebutuhan upacara “ngenteg linggih”. Namun, pihak LPD tidak bisa mencairkan dana Lentara Yasa, dengan alasan kas kosong.

Baca juga :  Dibobol Maling, Rambut Sedana dan Bunga Emas Raib

“Saya terakhir hanya dikasi bunga deposito sebesar Rp5 juta. Namun deposito pokok tidak kunjung bisa dicairkan. Saya bingung, nasabah lainnya juga dibuat resah,” ujar Lentara Yasa, didampingi kuasa hukum Diana Ivory, SH.

Namun, pihaknya dan nasabah lainya masih menaruh kepercayaan kepada LPD dan terus melakukan negosiasi dan mediasi. Namun hingga awal tahun 2022, nasabah tidak kunjung menemukan solusi. Masyarakat yang menaruh uang di sana nilainya diperkirakan mencapai Rp22 miliar, dan semua tidak bisa dicairkan. Karena tidak kunjung bisa dicairkan, sehingga pihaknya mencari pengacara untuk memproses kasus ini.

Baca juga :  Satgas Covid-19 Sidak Klinik "Rapid Test" di Gilimanuk

Sementara Kuasa Hukum Lentara Yasa, Diana Invory, SH., menyatakan pihaknya tetap membuka ruang mediasi. Namun bila ruang mediasi tidak bisa, pihaknya akan membawa kasus ini ke ranah hukum. Sebab upaya mediasi dan kesepakatan yang ditandatangani tidak kunjung dilaksanakan.

“Saya diberikan kuasa dari 41 orang warga Desa Melinggih Kelod, dengan total kerugian Rp6.309.425.134. Bahkan per tanggal 20 Oktober 2021, kami telah melayangan somasi. Kemudian dilakukan pertemuan pada 21 Oktober 2021, disepakati dengan surat pernyataan dari Ketua LPD akan menyelesaikan masalah ini sampai batas waktu 15 November 2021. Namun hingga batas waktu telah ditentukan, belum juga diselesaikan,” ujarnya.

Baca juga :  Jegeg-Bagus Gianyar Diharapkan Promosikan Pariwisata

Dikonfirmasi terpisah, Bendesa Adat Begawan, Nyoman Suparna Yasa menyatakan pihaknya saat ini belum bisa memberikan keterangan terkait permasalahan yang sedang terjadi di LPD karena proses masih dalam audit. “Ngih benar LPD kami bermasalah. Sesuai pararem dan pauman desa adat dilakukan audit karena LPD ini milik desa adat. Saat ini, tim audit masih bekerja, kami belum bisa memberikan keterangan sepenuhnya. Mohon dimaklumi,” katanya. (116)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini