Peserta Pawai Ogoh-ogoh Pakai Tanda Pengenal dan Jalani Rapid Antigen

picsart 22 01 11 18 21 12 178
PAWAI - Kapolres Jembrana, AKBP I Dewa Gde Juliana, Selasa (11/1/2022), mengadakan pertemuan dengan Ketua MDA Kabupaten Jembrana, dan Kabid Kebudayaan Pemkab Jembrana, terkait pembuatan dan pawai ogoh-ogoh.

Negara, DENPOST.id

Kapolres Jembrana, AKBP I Dewa Gde Juliana, Selasa (11/1/2022), mengadakan pertemuan dengan Ketua MDA Kabupaten Jembrana, I Nengah Subagia; dan Kabid Kebudayaan Pemkab Jembrana, IB Subiksa.
Pertemuan tersebut, membahas tentang pembuatan dan pawai ogoh-ogoh dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1944.

Kapolres Gde Juliana menyetujui adanya pembuatan dan pawai ogoh-ogoh, namun harus betul-betul disikapi dengan baik. Mengingat, surat edaran tersebut keluar pada saat situasi masih dilanda Covid-19, yang mana saat ini telah ditemukan penyebaran yang bersifat transmisi lokal varian baru Omicron.

Baca juga :  PHRI Minta Pemerintah Bantu Hotel Terdampak PPKM Darurat

“Mari kita jaga bersama situasi di Bali yang aman dan kondusif. Terkait dengan teknis penilaian dan pembatasan peserta ogoh-ogoh nantinya setiap peserta harus terlebih dahulu dilakukan Rapid Antigen, dan dalam pelaksanaannya agar tidak menimbulkan kerumunan guna mencegah terjadinya penyebaran virus Covid-19,” kata Kapolres.

Untuk para peserta pawai ogoh-ogoh agar menggunakan tanda pengenal khusus, sehingga nantinya mudah dalam melakukan pengawasan.

Kapolres juga berpesan ke depan belum tahu aturan yang akan dikeluarkan pemerintah dan jij nantinya ada peraturan baru/perubahan, maka diharapkan nantinya semua pihak untuk mengikuti aturan baru tersebut.

Baca juga :  Senderan Kolam Tirta Tangga Jebol, Ikan Hanyut Jadi Rebutan Warga

Sementara Kabid Kebudayaan Subiksa menyampaikan terkait adanya surat edaran dari Gubernur Bali tentang pembuatan dan penyelenggaraan pawai ogoh-ogoh, namun tetap dengan memperhatikan situasi pandemi.

Ketua Majelis Desa Adat Kabupaten Jembrana, I Nengah Subagia mengatakan terkait surat edaran tentang pembuatan dan penyelenggaraan pawai ogoh-ogoh dari MDA sudah melakukan koordinasi dengan para yowana untuk menyerap aspirasi. Dalam pelaksanaannya tetap memperhatikan protokol kesehatan, serta tetap memperhatikan kriteria pembuatan ogoh-ogoh. (120)

Baca juga :  Ingin PPKM Darurat Disetop? Tamba Haruskan Masyarakat Lakukan Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini