Proyek Pematangan Lahan PKB Telan Dana Rp426,2 Miliar

picsart 22 01 12 17 40 58 886
MULANG DASAR - Gubernur Bali, Wayan Koster, saat mengikuti upacara ngeruwak, nyapuh awu lan mulang dasar di kawasan pembangunan PKB di eks Galian C Klungkung, Rabu (12/1/2022)

Semarapura, DENPOST.id

Proyek pematangan lahan di kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di eks Galian C, Klungkung mulai dilaksanakan, Rabu (12/1/2022). Proyek diawali dengan menggelar upacara ngeruwak, nyapuh awu lan mulang dasar di kawasan pembangunan PKB oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, didampingi Ketua DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Adi Wiryatama, dan Ketua MDA Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet.

Gubernur Bali, Wayan Koster dalam sambutannya kembali menceritakan awal mula dirinya memiliki ide untuk membangun PKB di kawasan Eks Galian C, Klungkung. Yang mana, ide inipun muncul sebelum dirinya menjadi Gubernur Bali. Setelah itu, pembangunan PKB ini ditindaklanjuti dengan melakukan pinjaman dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sekitar Rp2 triliun lebih.

Baca juga :  Pohon Bunut Tumbang Timpa Mobil dan Mess Guru

“Untuk dana PEN sudah cair Rp1,06 triliun dan dana itu digunakan pembebasan dan pematangan lahan,” ungkap Gubernur Koster.

Sementara proyek pematangan lahan di kawasan pembangunan PKB menelan anggaran sekitar Rp426,2 miliar. Proyek pematangan lahan ini, membutuhkan material sekitar 4,5 juta meter kubik yang terdiri dari 1,5 juta meter kubik bersumber dari pemanfaatan material dari hasil keruk di areal Pelabuhan Benoa, 1 juta meter kubik dari hasil galian dalam kawasan dan 1,5 juta meter kubik dari beberapa quarry terdekat pada kawasan ini.

Baca juga :  Lagi, Kasus Positif Covid-19 di Kota Denpasar Melonjak 242 Orang

“Sesuai kontrak pematangan lahan ini akan selesai Oktober 2022. Tapi pematangan lahan ini saya minta dipercepat. Kalau bisa April ini sudah kelihatan, sehingga mana yang bisa dibangun duluan terutama zona inti,” pinta Koster.

Gubernur Koster juga mewanti-wanti agar tidak ada yang bermain dalam proses pembebasan lahan. Mengingat, kawasan PKB membutuhkan lahan sekitar 334 hektar. Dari luas lahan tersebut, sekitar 104 merupakan tanah negara dan tanah sitaan, sehingga tidak perlu dibebaskan. Sedangkan lahan yang sudah dibebaskan saat ini, sekitar 160 hektar. Lagi 60 hektar dalam proses pembebasan.

Baca juga :  12 Pejabat Eselon II Hasil Lelang di Denpasar Dilantik

“Jadi, saya pastikan di sini tidak ada calo. Kalau ada yang macam- macam saya akan libas,” tegasnya. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini