Dana Desa di Klungkung Turun Rp10 Miliar

picsart 22 01 13 18 19 48 514
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Klungkung, I Wayan Suteja.

Semarapura, DENPOST.id

Masing-masing desa di Kabupaten Klungkung, kini harus berpikir keras untuk membuat rencana kegiatan. Pasalnya, dana desa (DD) tahun 2022 di Klungkung mengalami penurunan hingga Rp10 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.

Kondisi ini, tentunya berdampak pada rencana kegiatan yang sudah disusun di masing-masing desa hingga APBDes yang sudah ditetapkan harus dirombak kembali.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Klungkung, I Wayan Suteja ketika dikonfirmasi mengatakan kalau anggaran dana desa untuk Kabupaten Klungkung tahun 2022, sebesar Rp45,8 miliar. Jumlah ini, lebih sedikit dibandingkan dana desa tahun 2021, yang mencapai Rp55,85 miliar lebih.

Penurunan ini, dikatakan berdampak pada kegiatan-kegiatan yang sudah direncanakan desa. Belum lagi, sekarang pemanfaatan dana desa sudah ditentukan pemerintah pusat, yakni
40 persen dana desa wajib dianggarkan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT). Kemudian 20 persen untuk program ketahanan pangan dan 8 persen untuk penanganan Covid-19, sehingga praktis desa hanya memiliki sisa 32 persen dari anggaran dana desa yang dapat dimanfaatkan untuk mendanai kegiatan prioritas di desa.

Baca juga :  Perbekel Diharapkan Pintar Kelola Dana Desa

“Dengan adanya pos-pos pemanfaatan dana desa tersebut, otomatis kini desa harus merombak kembali APBDes yang sebelumnya sudah disusun. Tapi, saya sudah sampaikan ke kecamatan agar paling lambat 15 Januari 2022, APBDdes sudah ditetapkan. Setelah itu, kalau sudah semua menetapkan, baru bisa amprah dana desa tahap 1 dan BLT DD untuk 3 bulan,” ujar Suteja.

Menurut Suteja, untuk BLT DD tahun 2022 ini besarannya masih sama seperti tahun lalu, y akni sebesar Rp300 ribu per bulan selama 12 bulan. Diapun berharap pada Minggu ke-3 Januari ini, dana desa tahap pertama dan BLT DD sudah dapat dicairkan.

Baca juga :  RSUD Sanjiwani Gianyar Bersiap Hadapi Lonjakan Pasien Covid-19

“Sekarang masih tahap melakukan perubahan APBDesa. Semoga, Minggu ketiga bulan Januari ini kita berharap sudah cair dana desa tahap I dan BLT DD-nya,” imbuhnya.

Ditempat terpisah, Perbekel Paksebali, Putu Ariadi mengakui akibat penurunan dana desa, rencana kerja yang sudah disusun oleh perangkat desa pada tahun 2021, tidak bisa dilaksanakan sepenuhnya di tahun 2022. Bahkan seluruh kegiatan fisik ditiadakan. Hanya tersisa kegiatan untuk pengolahan sampah di tiga desa, kemudian kegiatan di bidang kesehatan, serta pendidikan. (119)

Baca juga :  TPS 17 Banjar Kerta Sari, Petugas KPPS Semua Perempuan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini