Hiburan Musik Peresmian Alun-alun Kota Bangli Dibubarkan Paksa

picsart 22 01 13 18 20 28 682
DIBUBARKAN - Ribuan penonton bubar, setelah hiburan musik serangkaian peresmian Alun-alun Kota Bangli dibubarkan paksa aparat kepolisian.

Bangli, DENPOST.id

Hiburan musik dalam rangkaian peresmian Alun-alun Kota Bangli, Rabu (12/1/2022) malam, dibubarkan paksa aparat kepolisian. Akibatnya, ribuan penonton yang memadati areal Lapangan Kapten Mudita tersebu, kecewa lantaran baru separuh menonton. Namun, tiba-tiba dihentikan.

Selain melewati batas waktu ditentukan, hiburan musik tersebut diserbu ribuan penonton yang mengakibatkan massa membludak.

Pihak Kepolisian Bangli menilai kegiatan tersebut, telah melewati kesepakatan antara panitia dengan Polres Bangli yang mengeluarkan ijin keramaian. Sebab, rangkaian kegiatan peresmian Alun-alun hanya sampai pukul 22.00 Wita dengan kapasitas undangan 750 orang. Hanya saja, secara teknis terjadi beberapa kendala yang menyebabkan sejumlah kegiatan molor.

Dandim Bangli, Letkol. Inf. Putu Gde Suwardana saat dikonfirmasi, Kamis (13/1/2022) mengatakan rangkaian peresmian Alun-alun Kota Bangli pada Rabu malam kemarin sejatinya telah dilaksanakan dari pagi hingga malam. “Saat itu, Kabag Ops Polres yang pertama ngomong penghentian kegiatan itu. Setelah itu, selang 10 menit karena kurang respon, baru saya bicara,” ujarnya.

Baca juga :  Tes Urine Puluhan Pegawai Rutan Gianyar Hasilnya Negatif

Disebutkan dia, penghentian dilakukan karena memang sesuai rundown kegiatan selesainya jam 10 malam. “Start dari jam 6.15 sampai jam 10 malam. Memang dalam kegiatannya itu, harusnya space waktu untuk music akustik itu, dari jam 20.00 Wita sampai 22.00 wita, dua jam harusnya. Namun karena dinamika dan segala macamnya, sehingga kegiatan itu baru bisa terlaksana sekitar jam 21.30 Wita. Karena, ternyata transisi antarkegiatan ada jeda waktunya hingga beberapa menit. Akibatnya, yang seharusnya jam 20.00 Wita, sudah hiburan musik, namun belum. Jadi sesuai rundown kegiatan acara itu, memang hanya sampai jam 22.00 Wita. Itu alasan pertama,” bebernya.

Berikutnya alasan kedua, kata dia, hiburan musik tersebut terpaksa dihentikan karena kemungkinan orang berpikir itu adalah konser. “Kita tegaskan lagi, itu bukan konser. Melainkan, rangkaian acara peresmian Alun-alun yang di antaranya ada hiburan musik. Selain itu, setelah kita lihat di lapangan, ternyata massa begitu banyak. Kalau saya hitung cepat, mungkin antara tiga ribu sampai lima ribuan lebih. Massa dari panggung utara hingga skate park. Begitu massa bergerombol banyak, yang pertama negur adalah Kabag Ops. Yang di barisan pertama yang disorot lampu itu, banyak yang tidak gunakan masker, tidak sesuai prokes,” jelas Dandim Bangli.

Baca juga :  Bulan Puasa, Permintaan Kolang-kaling di Bangli Meningkat

Jadinya saat itu, begitu satu lagu dua lagu dibawakan massa semakin bertambah banyak dan tidak menggunakan masker juga. “Karena itu, kita hentikan. Kita cukupkan sampai di situ karena takutnya tambah ramai,” ujarnya.

Disampaikan pula, dari hasil survey yang dilakukannya dengan cara bertanya satu persatu, nyatanya banyak penonton yang datang bukan orang Bangli. “Kalau kita persentase, mungkin setengahnya orang luar Bangli. Begitu ditegur, baru mereka mengeluarkan masker kemudian dipasang. Kita takutnya, tau-tau mencuat kasus di suatu tempat, begitu tracing ternyata habis dari acara musik di Bangli. Kita tidak ingin ada istilah pembiaran dari aparat. Sudah tau salah di lapangan, tapi kita tidak berbuat apa-apa. Makanya kita ambil langkah seperti itu (penghentian-red),” tegasnya.

Baca juga :  Kenaikan Covid-19 di Bali Dipengaruhi Kasus Luar

Di sisi lain Ketua Rise Of Bangli Management, I Wayan Wahyu Pramana selaku panitia kegiatan peresmian Alun-alun Bangli menyampaikan permakluman dan permintaan maaf atas penghentian hiburan musik tersebut. Kata dia, di luar perkiraan jumlah penonton yang datang begitu membludak. “Alasan utama pembubaran karena kapasitas penonton. Di samping juga karena ada batas jamnya, sehingga memang kami maklumi dan atas nama panitia kami juga mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian kemarin. Untuk kedepannya, agar sama-sama bisa lancar, kita terapkan prokes dan batas waktu sampai jam 10 malam akan kita taati,” ungkap Wahyu Pramana. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini