Jembrana Laksanakan Lomba Ogoh-ogoh

picsart 22 01 13 19 09 09 378
RAKOR NYEPI - Rakor dalam rangka persiapan menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1944 Tahun 2022, Kamis (13/1/2022)

Negara, DENPOST.id

Pemkab Jembrana akan mengelar lomba Ogoh – ogoh menyambut Hari Raya Nyepi Tahun 2022. Keputusan itu, mengacu pada SE (surat edaran) Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali nomor : 009/SE/MDA-Prov Bali/XII/2021 tentang Pembuatan dan Pawai Ogoh-ogoh Dalam Rangka Menyambut Hari Suci Nyepi Saka 1944. 

Dalam SE itu, tertuang seka teruna di masing-masing desa adat di Bali, diizinkan untuk membuat hingga pawai ogoh-ogoh. Namun, pengarakan dibatasi 50 orang atau 50 persen dari kapasitas, serta mentaati protokol kesehatan (Prokes) Covid-19. Khusus di Kabupaten Jembrana, lomba kreasi ogoh-ogoh akan tetap dilaksanakan. 

Namun, untuk pawai ogoh-ogoh belum bisa dipastikan. Keputusan boleh dan tidaknya pawai tergantung perkembangan situasi Covid-19 nantinya . Masuknya varian Omicron ke Indonesia, menjadi salah satu pertimbangan. Keputusan itu, disampaikan Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, saat memimpin rapat koordinasi dalam rangka persiapan menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1944 Tahun 2022, bersama Wabup Patriana Krisna, Forkopimda Jembrana, serta instansi terkait di ruang rapat lantai III Kantor Bupati Jembrana, Kamis (13/1/2022).

Dikatakan Tamba, pihaknya tidak ingin membatasi kreativitas dari seka teruna yang ada di masing-masing desa adat. “Kita juga memahami masyarakat sangat rindu akan adanya kreasi ogoh-ogoh. Namun jangan sampai menjadi pemicu meningkatnya angka terkonfirmasi Covid-19, karena kita tahu pawai ogoh-ogoh tentu akan mengundang keramaian dan rentan mengabaikan protokol kesehatan,” kata Tamba.

Baca juga :  Genjot Vaksinasi di Jembrana, TNI Kerahkan Tim Kesehatan

Untuk itu, sesuai dengan hasil rapat koordinasi, Tamba menyebut lomba ogoh-ogoh sendiri akan tetap dilaksanakan dengan berbagai catatan. Di antaranya, selama proses penggarapan ogoh-ogoh harus tetap memperhatikan prokes. “Teknisnya kecamatan memilih lima ogoh-ogoh terbaik di desa masing-masing. Ogoh-ogoh itu nantinya diberikan dana pembinaan masing-masing Rp3 juta. Dari total 25 ogoh-ogoh akan dinilai oleh tim kabupaten secara langsung, kemudian dicari 15 terbaik akan diberikan dana kembali sebanyak Rp5 juta. Dari 15 ogoh-ogoh kemudian dinilai kembali untuk dicari pemenangnya,” terang Tamba.

Baca juga :  Antisipasi Penimbunan Solar, Dinas PKP Bentuk Tim Pengawasan

Sementara Kapolres Jembrana, AKBP I Dewa Gede Juliana menyatakan telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Majelis Desa Adat Jembrana. Ia meminta keputusan dilaksanakannya lomba ogoh – ogoh itu, mesti disikapi dengan baik.Terutama protokol kesehatan, mengingat Bali tengah menjadi sorotan.

“Apabila dilakukan pawai harus mengikuti aturan yang ada. Kreasi seni dapat dilakukan, namun pawai agar dipertimbangkan. Saran untuk kreasi bisa dilaksanakan. Sedangkan pawai belum bisa ditentukan dan perlu adanya pertimbangan lain atau monitor kabupaten lain,” tegas Kapolres Gede Juliana. (120)

Baca juga :  Cuaca Buruk, Nelayan Tidak Melaut, Penyeberangan Waspada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini