Dipantau Polisi, Pencuri Takut Gasak Kebun Petani

jagung badung 1
PANEN JAGUNG - Polres Badung dan Polsek Mengwi saat memanen jagung di Subak Ujung, Mengwi, Badung.

Mengwi, DENPOST.id

Para petani di sejumlah subak di Kabupaten Badung sebelumnya selalu khawatir karena hasil kebunnya acap dicuri. Namun belakangan, para pencuri sepertinya takut mengambil hasil kebun petani, setelah polisi membuat program ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan kosong di masa pandemi Covid-19.

Wayan Jaya, salah seorang petani mengakui hasil kebunnya berupa jagung, pepaya dan ketela pohon kini aman dari pencuri. “Sebelumnya setiap jelang panen ada aja yang hilang. Kadang dicuri untuk dijual (jumlah banyak), ada juga diambil oleh anak-anak muda untuk pesta saat nongkrong-nongkrong,” ucapnya, Jumat (14/1/2021).

Baca juga :  Mendarat di Bandara Ngurah Rai, Singapore Airlines Angkut 159 Penumpang dan 112 WNA

Menurut Jaya, hasil kebunnya aman dan tidak lagi hilang setelah aparat kepolisian ikut berkebun. “Mungkin pencurinya takut, karena melihat baliho polisi. Dan setiap hari polisi datang ke sawah memantau,” katanya.

Kapolres Badung, AKBP Dedy Defretes, mengungkapkan, selain untuk ketahanan pangan, program polisi berkebun di masa pandemi Covid-19 juga memberikan rasa aman bagi masyarakat. “Melalui cara ini, Polri mendekatkan diri dengan masyarakat. Kami mengajak masyarakat agar memanfaatkan lahan tak produktif menjadi produktif. Jika ada masalah atau gangguan Kamtibmas, masyarakat bisa mengadukan ke anggota yang berkebun tanpa perlu ke kantor polisi,” katanya, didampingi Kapolsek Mengwi, Kompol Nyoman Darsana, usai menghadiri panen raya jagung di Subak Ujung, Mengwi, Badung.

Baca juga :  Dua Siswa Positif Covid-19, PTM di SMPN 2 Kuta Ditiadakan

Sementara itu Nyoman Darsana mengatakan, pihaknya memilih sejumlah lahan tak produktif di beberapa subak yang ada di Kecamatan Mengwi untuk dimanfaatkan. Dia menggandeng pemilik lahan dalam merawat kebunnya, mulai dari menanam hingga panen. “Kami biayai pengolahan lahan, bibit, biaya perawatan dan lainnya. Untuk di Subak Ujung, kami manfaatkan lahan seluas 20 are yang ditanami 5.000 batang jagung. Kalau di Subak Perang, kami tanam pohon pepaya, cabai dan beternak anak babi serta lele. Hasil panen kami bagikan ke warga sekitar untuk membatu mereka dalam kondisi sulit seperti ini,” tandasnya. (124)

Baca juga :  DEMI HIDUPI EMPAT ANAK, IRT DI KUTA NEKAT MENCURI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini