Ada Penolakan, Tim Persiapan Gelar Konsultasi Publik Ulang 

tolak tol 1
TIDAK SETUJU - Konsultasi publik ulang dilakukan tim persiapan jalan tol menghadirkan sejumlah pihak yang menyatakan tidak setuju.

Negara, DENPOST.id

Konsultasi publik ulang digelar Tim Persiapan Pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi, Jumat (14/1/2022) di Kantor Bupati Jembrana.
Konsultasi ulang ini guna menindaklanjuti adanya sejumlah warga yang menolak/tidak sepakat/tidak setuju adanya pembangunan tol yang melintasi lahan mereka.

Dalam rapat tersebut, selain dihadirkan pihak yang tidak sepakat, juga instansi terkait, tim persiapan jalan tol, Pemkab Jembrana termasuk dari Kejaksaan Negeri Jembrana.
Dari konsultasi publik pertama yang dilakukan beberapa waktu lalu, tercatat ada dua warga di Yehembang Kauh dan di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo menyatakan tidak sepakat.

Baca juga :  Seorang Wisdom Diduga Terseret Arus Pantai Batu Bolong

Perwakilan dari Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR, Ketut Kariasa, mengatakan saat ini proses masih tahapan persiapan. Di mana dalam tahapan ini, dilakukan tiga kali konsultasi publik.
Menurutnya yang dilakukan sekarang ini merupakan bagian dari tahap konsultasi publik tahap I. “Minggu depan rencananya kita akan gelar konsultasi publik tahap II,” terangnya.

Konsultasi tahap II ini nantinya akan kembali mengundang pihak warga yang sebelumnya tidak hadir. Dan dilakukan berulang hingga konsultasi publik ketiga. Baru selanjutnya tahapan penetapan lokasi.
Jika sudah selesai semua (tahapan konsultasi publik), akan dilakukan peninjauan lokasi (penlok).

Baca juga :  ‘’DenPost’’ Sabet ‘’Bronze Winner’’ IPMA 2022

Diakuinya dalam konsultasi tahap I, ada dua pihak melayangkan surat tidak setuju, sehingga dilakukan konsultasi publik ulang menghadirkan pihak yang tidak setuju.
Dari hasil konfirmasi tim ke pihak yang tidak setuju, didapati bahwa permasalahan salah satu pihak yang tidak setuju karena adanya wewangunan sanggah gede yang rencananya akan dilintasi jalan tol. Sementara sanggah gede itu milik bersama keluarga besar dan keluarga tersebut tersebar di Jawa dan Lombok.

Baca juga :  Truk Melintang, Jalur Singaraja-Denpasar Macet

Menurut Kariasa, dari klarifikasi seluruh keluarga besar menyatakan setuju.
Dikatakan untuk sementara data awal yang terkena jalur tol ini mencapai 1.104 bidang.
“Yang terdata baru 1.104 bidang,” pungkasnya. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini