Satpol PP Segel Krematorium YPUH Buleleng

picsart 22 01 14 19 01 10 655
SEGEL KREMATORIUM - Satpol PP Buleleng, saat menyegel Krematorium YPUH Buleleng, di Kelurahan Kampung Baru, Jumat (14/1/2022)

Singaraja, DENPOST.id

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Buleleng, menyegel tempat pembakaran mayat (krematorium) milik Yayasan Pengayom Umat Hindu (YPUH) Buleleng, di Jalan Pulau Kalimantan, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Jumat (14/1/2022).

Plt. Kasatpol PP Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Suadnyana membenarkan penyegalan salah satu operasional tempat krematorium di YPUH oleh anggotanya, meski sempat bersitegang dengan sekelompok massa yang mengatasnamakan aliansi masyarakat Buleleng.
Namun, pengurus dan pendiri YPUH didampingi dengan ahli hukumnya menerima kedatangan Satpol PP Kabupaten Buleleng dan usai melaksanakan mediasi, pengurus sepakat jika ruangan krematorim tersebut disegel.

Baca juga :  Awal Tahun Baru, Kasus Covid-19 di Buleleng Masih Nihil

“Memang yang dilakukan penyegelan tadi itu, tempat krematoriumnya bukan yayasannya. Dan pihak yayasan sudah menerima terkait penyegelan tempat kremasi itu,” ungkapnya.

Ia pun menambahkan nantinya jika setelah dilakukan penyegelan maka pengurus yayasan harus segera mengurus izin yang menjadi alasan penyegelan tersebut. Ketika izin tersebut nantinya telah diurus, maka segel akan dibuka kembali dan tempat itu bisa beroperasi kembali.

“Memang prosesnya seperti itu. Ketika nanti setelah disegel kita berharap mereka mengurus izin-izinnya. Kalau nantinya izin sudah keluar maka segelnya kami akan buka kembali,” tegasnya.

Baca juga :  Polisi Telusuri Oknum Pembuang Bayi di Pantai Pemuteran

Sementara Ketua YPUH, Jro Mangku Nyoman Sedana menyampaikan pihaknya merelakan proses penyegelan dilakukan petugas sebagai wujud penghormatan terhadap aturan yang berlaku. “Penyegelan hanya dilakukan dibagian kremasi bukan seluruh gedung. Sebab kalau seluruh gedung ada fungsi lain karena yayasan juga bergerak di upacara lain yang berkaitan dengan panca yadnya,” ungkapnya.

Bahkan usai dilakukan penyegelan pihaknya tidak mengaku keberatan akan hal itu. Apalagi, pihaknya sudah dibukakan pintu untuk mengurus izin, sehingga diharapkan setelah adanya izin nantinya bisa dibuka kembali untuk melakukan upacara yadnya.(118)

Baca juga :  Kuliner Babi Guling Samsam Kian Diburu

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini