Gubernur Koster Serahkan Beasiswa dari Jokowi kepada 18 Siswa

kosterku
PENERIMA BEASISWA - Gubernur Bali Wayan Koster bersama para siswa yang memperoleh beasiswa Program Indonesia Maju dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), Minggu (16/1/2022), di Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar. (DenPost.id/ist)

Denpasar, DenPost.id

Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan beasiswa Program Indonesia Maju dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), Minggu (16/1/2022), di Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar. Saat itu Gubernur Koster didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Kadisdikpora) Provinsi Bali, K.N. Boy Jayawibawa.

Sebanyak 18 siswa yang merupakan putra-putri terbaik Bali lolos mendapat beasiswa Program Indonesia Maju setelah mengikuti seleksi sangat ketat yang diselenggarakan Disdikpora Bali dan diarahkan oleh Prof.Yohanes Surya.

Gubernur Koster mengapresiasi dan menilai bahwa ke delapan belas siswa yang mendapat beasiswa ini merupakan anak-anak terbaik yang akan mengikuti pendidikan di bidang sains dan teknologi dengan jenjang pendidikan S1. “Setelah lulus program S1, maka dapat melanjutkan ke program S2 dan S3 atau memilih bekerja,” tegas Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Para siswa yang mendapat beasiswa Indonesia Maju ini sesuai kebijakan Gubernur Bali untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM) Bali unggul, prioritas bidang pendidikan dalam visi pembangunan daerah ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Baca juga :  Pemprov Minta Aktifkan Kembali Vaksinasi Covid-19 Sistem Banjar

Gubernur Koster mengapresiasi para siswa yang lolos mendapat beasiswa Indonesia Maju, sebab seluruh biaya pendidikan dan biaya hidup mereka ditanggung penuh oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Mereka berhasil diterima di 10 univeritas terkemuka di dunia, dua siswa diterima di University of Illinois Urbana Champaign (AS); masing-masing seorang siswa diterima di University of Michigan (AS); University of Chicago (AS; Columbia University (AS); dan di Carnegie Melion University (AS); lima siswa diterima di University of British Colombia (Kanada); tiga siswa diterima di University of Toronto (Kanada); dua siswa diterima di National University of Singapore (Singapura), seorang siswa diterima di Nanyang Technological University (Singapura); dan seorang siswa diterima di National Taiwan University (Taiwan).

Dari ke-18 siswa tersebut; lima siswa di antaranya lolos dalam kategori afirmasi dan 13 siswa  lolos dalam kategori reguler. Ini merupakan kuota yang cukup besar diberikan untuk Bali yang difasilitasi oleh Gubernur Koster melalui Prof.Yohanes Surya.

Baca juga :  Dipanggil Polda Bali, Terlapor Kasus Pencabulan Anak Gantung Diri

Dalam arahannya, Gubernur Koster menyampaikan kepada ke-18 siswa yang akan menempuh pendidikan di luar  ininegeri, agar sebelum berangkat, mohon restu secara sekala ke orangtua dan secara niskala di merajan/sanggah masing-masing, di pura desa/kahyangan desa dan di pura sad kahyangan guna mohon restu supaya diberikan tuntunan kesehatan (tidak kena covid-19).

Juga mohon restu supaya diberikan kelancaran dalam menempuh pendidikan dan mendapat prestasi yang baik, serta lulus tepat waktu.  “Selain mempelajari ilmu yang diajarkan di kampus, para siswa hendaknya memanfaatkan kesempatan pendidikan ini dengan mempelajari tentang kemajuan, potensi, dan keunggulan, yang dimiliki oleh negara tersebut. Ketika sudah lulus dan pulang, para siswa memperoleh pengetahuan akademis dan wawasan secara keseluruhan tentang sesuatu yang membuat negara itu maju dan memiliki universitas terkenal di dunia,” tegas Wayan Koster.

Baca juga :  Bobol Rumah Kosong, Kaki Residivis Ditembak

Dengan pengetahuan yang lengkap tersebut, Koster berharap para siswa pulang membangun Indonesia, khususnya membangun gumi Bali yang dicintai bersama ini.

Gubernur tamatan ITB ini menambahkan Bali harus dibangun oleh pemimpin dan digerakkan oleh orang-orang yang unggul dengan karakter kuat agar maju, berdaya saing, tangguh dan berkelanjutan dengan tetap mencintai, menjaga, dan memberdayakan adatistiadat, tradisi, seni, budaya, serta kearifan lokal serta melaksanakan tata-titi kehidupan masyarakat Bali berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, menghadapi dinamika perkembangan zaman dalam skala lokal, nasional, dan global.

Gubernur Koster lalu menyerahkan bantuan biaya awal total sebesar Rp 360 kuta kepada ke-18 siswa masing-masing sebesar Rp 20 kuta untuk keberangkatan mereka ke luar negeri. Biaya itu bersumber dari dana CSR Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali. (wir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini