Dikenal Ringan Tangan, Rumahnya Terisolir

picsart 22 01 16 20 53 14 300
Korban Ni Luh Wardani.

Singaraja, DENPOST.id

Korban Ni Luh Wardani (48) yang kesehariannya sebagai THL (Tenaga Harian Lepas) di Dinas Lingkungan Hidup Buleleng ini, dikenal sangat ringan tangan. Siapapun yang punya acara atau upacara dilingkungannya, dia selalu hadir untuk bersih-bersih.

Tak hanya sampah, sampai cuci piring pun dilakukan tanpa harus disuruh. “Sangat rajin dan ringan tangan. Setiap saya punya acara di rumah, dia pasti datang tanpa diminta. Langsung bersih-bersih rumah sampai di dapur,” ucap Gusti Ngurah Alit (59), warga yang rumahnya bersebrangan sungai dengan rumah korban.

Baca juga :  28 Desa Adat Blahbatuh Gelar Melasti Setelah Nyepi

Atas sikapnya itu, Gusti Ngurah Alit pun mengajukan permohonan gerobak sampah untuk korban dan diamini oleh pihak Kelurahan Banjar Jawa.

Untuk diketahui, Ni Luh Wardani menikah dengan Putu Mertayasa (38) asal Desa Alasangker, Buleleng. Lantas dia bersama dua anaknya tinggal di secutak tanah garapan di wilayah Banyuning. Nah, letak rumahnya ini sangat terisolir karena hanya bisa dilintasi jalan setapak kalau lewat Jalan Pulau Batam, Banyuning. Namun, jika menyeberang sungai maka akan langsung ketemu jalan aspal di Lingkungan Kalibaru, Kelurahan Banjar Jawa.

Baca juga :  Cegah Resiko Tertular Covid-19, Pasar Umum di Klungkung Terapkan Transaksi QRIS

“Biasa dia dan anaknya lewat sini dengan menyebrang sungai. Karena dalam situasi normal airnya dangkal,” imbuh Gusti Ngurah Alit.

Biasanya, kalau lagi hujan mereka lewat wilayah Kebon, Kelurahan Kampung Baru. “Suaminya yang kerja pres ban biasanya nitip motor di Kebon,” imbuhnya.

Saat kejadian, diduga korban akan mulai kerja untuk mengambil gerobak sampah yang dititipkan dipinggir seberang sungai dari rumahnya. “Warga yang melihat, awalnya air sungai biasa karena di wilayah ini belum turun hujan. Nah, saat ibunya sudah sampai dipinggir, anaknya terpeleset. Ibunya balik lagi untuk menolong, saat itulah air sungai tiba-tiba meluap,” imbuhnya.

Baca juga :  Koni Buleleng Kembalikan Anggaran Rp4,6 Miliar

Warga setempat pun berdoa agar ibu dan anak yang hanyut terseret arus sungai itu bisa segera ditemukan. (118)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini