Digerus Banjir Bandang, Lapangan Banjar Tanah Bias, Desa Ped Jadi Kubangan

picsart 22 01 16 20 53 43 008
OBSERVASI LAPANGAN - Observasi Komisi II DPRD Klungkung, ke Lapangan Tanah Bias, Nusa Penida, Jumat (14/1/2022)

Semarapura, DENPOST.id

Sebulan sudah bencana banjir bandang menimpa wilayah Nusa Penida, Klungkung. Namun, ada sejumlah fasilitas yang belum mendapat penanganan. Salah satunya Lapangan Banjar Tanah Bias, Desa Ped, Nusa Penida.

Lapangan yang menjadi pusat pembelajaran olahraga bagi sekolah-sekolah yang ada di sekitar Desa Ped ini, masih rusak akibat tergerus banjir bandang.

Kondisi inipun sempat mendapat sorotan Komisi II DPRD Klungkung, yang melakukan observasi, Jumat (14/1/2022). Saat itu, Komisi II DPRD Klungkung melihat kondisi lapangan tersebut, sangat memprihatinkan. Lapangan yang dulunya datar kini jadi kubangan akibat diterjang banjir bandang pada, 13 Desember 2021.

“Hingga saat ini lapangan tersebut tidak bisa dimanfaatkan. Padahal ini menjadi satu-satunya lapangan di sekitar Desa Ped yang bisa dimanfaatkan sekolah untuk mata pelajaran olahraga,” ungkap Wakil Ketua DPRD Klungkung, I Wayan Baru, Minggu (16/1/2022).

Baca juga :  Tiga Hari, Karangasem Tambah 10 Kasus

Menurut Wayan Baru, setelah Komisi II DPRD Klungkung melakukan observasi diketahui kalau lahan dari lapangan tersebut, merupakan aset Pemkab Klungkung. Dengan itu, seharusnya tidak ada hambatan dari Pemkab Klungkung melakukan perbaikan.

“Setelah lapangan umum dimanfaatkan menjadi RS Gema Santi, hanya Lapangan Tanah Bias dimanfaatkan untuk berolahraga. Jadi ini perlu dapat perhatian,” tuturnya.

Wayan Baru berharap agar perbaikan Lapangan Tanah Bias bisa segera dilakukan agar bisa dimanfaatkan dengan baik oleh sekolah-sekolah dan juga masyarakat umum. Karena jika pihak sekolah sekitar memaksakan menggunakan lapangan tersebut, maka ditakutkan akan menimbulkan cedera pada siswa.

Baca juga :  Pasien Terakhir Sembuh, RSUD Klungkung Nihil Pasien Positif Covid-19

“Dana tidak terduga jika mau dimanfaatkan dengan baik bisa memperbaiki lapangan tersebut termasuk tanggulnya yang memiliki panjang sekitar 100 meter,” ujar politisi asal Desa Sakti, Nusa Penida ini.

Sementara Kadis Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman Klungkung, I Made Jati Laksana ketika dikonfirmasi mengenai hal tersebut, menyebutkan perbaikan Lapangan Tanah Bias terkendala tanggul pantai yang mengalami kerusakan parah akibat bencana banjir bandang. Namun, agar lapangan tersebut bisa diperbaiki dengan baik harus didahului dengan perbaikan tanggul agar tidak cepat rusak.

Baca juga :  Tertimbun Longsor, Satu Tewas

“Kita sudah mengajukan proposal ke Balai Wilayah Sungai Bali-Penida melalui Bapak Bupati terkait penanganan tanggul pantainya. Karena tanggul pantai yang harus ditangani pertama untuk mengamankan lapangan tersebut. Setelah ada tanggul pantai baru kita menata lapangan,” bebernya. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini