Disdik Berupaya Fasilitasi Pekerja Proyek SD yang Belum Dibayar

proyek mangkrak 1
PROYEK - Pemantauan proyek rehab gedung SD di Jembrana, beberapa waktu lalu.

Negara, DENPOST.id

Adanya proyek rehab fisik sekolah di Kabupaten Jembrana dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2021 yang masih menyisakan permasalahan, disikapi Dinas Pendidikan Jembrana.
Sebelumnya, pekerja dan penyedia bahan di sejumlah SD yang dikerjakan salah satu rekanan belum dibayar. Padahal, proyek itu sudah selesai sejak Desember 2021 lalu.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) pada Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Jembrana, I Nyoman Wenten, Senin (18/1/2022) mengatakan, pihaknya sudah berusaha memfasilitasi dengan penyedia (rekanan) CV Jaya Kerthi sekitar dua pekan lalu.
Wenten mengaku tidak tahu karena Dinas tidak berkontrak dengan mandor. “Kita hanya kontrak dengan penyedia, tapi kita sudah fasilitasi agar yang menjadi kewajiban penyedia diselesaikan,” terang Wenten.

Baca juga :  Gilimanuk Lebih Selektif, Puluhan Orang Dipulangkan

Menurutnya, terkait pembayaran kontrak sudah dilakukan karena bangunan telah selesai. Kecuali retensi karena masih masa pemeliharaan selama enam bulan. “Tinggal kewajiban mereka sekarang dengan para pekerja itu. Kita kan tidak sampai kesana, kasihan juga karyawan secara moral ya harus dibayar,” kata Wenten.

Wenten juga mengatakan, penyerapan DAK 2021 untuk rehabilitasi sekolah baik SD dan SMP senilai Rp 30 miliar menurutnya sudah 100 persen. Termasuk kontrak tender rehabilitasi SD 2 Asah Duren dan SD 1 Medewi dengan nilai HPS Rp 984.270.928 dari pagu Rp 1.108.696.000

Baca juga :  Puluhan Rumah Diterjang Angin Puting Beliung di Yehkuning

Sementara itu, sejumlah pekerja bangunan yang dikerjakan di SD 2 Asah Duren dan SD 1 Medewi berharap agar upah mereka bisa dibayarkan. Terlebih bangunan sudah selesai. “Kami dibayar harian, dan rata-rata para pekerja bangunan berasal dari desa sini. Di sini (Asah Duren) saja ada belasan,” jelas salah satu pekerja. Total isa upah yang belum dibayarkan hingga puluhan juta rupiah. Belum lagi kewajiban yang belum dibayar dari penyedia bangunan baik bahan bangunan maupun kayu kusen. Dari informasi di salah satu toko bangunan masih menunggak hingga puluhan juta rupiah.

Baca juga :  Konflik Parkir Jukung, Nelayan dan Warga Nyaris Bentrok

“Harapan kami tukang bangunan agar dibayarkan. Buat beli beras dan kebutuhan sehari-hari, pembangunan sudah selesai tapi mengapa sampai sekarang tidak dibayar,” tambah pekerja harian ini. Proyek fisik dua SD ini merupakan satu kontrak dikerjakan CV Jaya Kerthi dari Gianyar. Sejatinya pengerjaan dan pembayaran kontrak sudah selesai sejak akhir tahun lalu. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini