Desa Adat di Klungkung Daratan Sepakat Tidak Buat Ogoh-ogoh

goh 1
OGOH-OGOH - Lomba ogoh-ogoh di Klungkung sebelum pandemi Covid-19.

Semarapura, DENPOST.id

Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Klungkung memutuskan tidak membuat dan menggelar pengarakan ogoh-ogoh saat malam pengerupukan serangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944, Kamis (3/3/2022) mendatang. Opsi peniadaan pengarakan ogoh-ogoh ini telah disetujui oleh para bendesa di tiga kecamatan di Klungkung daratan dengan mempertimbangkan  Covid-19 varian Omicron yang semakin menyebar.

Bendesa Madya MDA Kabupaten Klungkung, Dewa Made Tirta, ketika dimintai konfirmasi menyampaikan, para bendesa dari tiga kecamatan (Klungkung, Dawan, dan Banjarangkan) sudah menggelar pertemuan Sabtu (15/1/2022). Dari pertemuan tersebut telah disepakati bahwa di tiap-tiap desa adat tidak akan membuat dan juga melakukan pengarakan ogoh-ogoh saat malam pengerupukan, Rabu (2/3/2022) mendatang.

Baca juga :  Nyangkut di Bebatuan Tukad Unda, Mayat Orok Gegerkan Warga Semarapura

“Semua bendesa di tiga kecamatan yaitu Dawan, Klungkung dan Banjarangkan sudah sepakat tidak membuat ogoh-ogoh dan melakukan pengarakan saat pengerupukan. Sedangkan untuk keputusan di Kecamatan Nusa Penida masih menunggu hasil koordinasi para bendesa di sana,” ungkap Dewa Made Tirta, Senin (17/1).

Menurut Dewa Made Tirta, ada sejumlah pertimbangan yang menjadi penguat diambilnya keputusan tersebut. Pertama, melihat kondisi perekonomian masyarakat yang belum pulih. “Kedua karena pada dasarnya pengarakkan ogoh-ogoh tidak memiliki keterkaitan dengan ritual pengerupukan. Ketiga, pada bulan Februari mendatang diprediksi akan menjadi puncak penyebaran Covid-19 varian omicron. Jadi, untuk menghindari itu (penyebaran varian Omicron) lebih bagus kita utamakan ritual yadnya daripada pengarakan ogoh-ogoh. Jadi pawai ogoh-ogoh tidak diadakan,” jelasnya.

Baca juga :  Setubuhi Bocah, Pria Ini Ditangkap Polisi

Terkait keputusan ini, Dewa Made Tirta menyadari pasti akan menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Namun, ditegaskan lagi bahwa hal tersebut dilakukan demi keselamatan dan kesehatan masyarakat. Untuk lebih menguatkan keputusan tersebut, setelah ada hasil koordinasi antar para bendesa di Nusa Penida, MDA berencana untuk membuat surat edaran yang akan ditembuskan ke seluruh bendesa di Kabupaten Klungkung.

“Keberatan dari masyarakat sudah pasti ada, namanya orang banyak. Tapi kita dahulukan mana yang baik untuk keselamatan kita bersama. Nanti kalau sudah ada keputusan di sana (Nusa Penida) mungkin akan dibuat surat edaran kepada semua bendesa di Kabupaten Klungkung,” tandasnya. (119)

Baca juga :  Di hadapan Kasatpol PP Denpasar, Karaoke EC dan Platinum Berkilah Tak Buka

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini