13 Tahun Siswa Belajar di Balai Banjar

picsart 22 01 19 19 13 10 871
BATU PERTAMA - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung TK di Dusun Payungan, Desa Selat, Rabu (19/1/2022)

Semarapura, DENPOST.id

Tidak semua TK di Kabupaten Klungkung memiliki gedung sendiri untuk tempat belajar. Seperti terlihat di Dusun Payungan, Desa Selat, Kecamatan Klungkung. Selama 13 tahun, murid TK Pradnya Kumara di dusun setempat menggunakan balai banjar untuk tempat belajar.

Beruntung, kini pihak pemkab bersama swasta ikut membantu untuk membangun gedung baru di Dusun Payungan.

Gedung TK baru ini dibangun di sebuah lahan milik Desa Adat Payungan seluas 3,5 are. Pembangunan gedung TK dengan dua ruang kelas, satu ruang guru dan toilet ini ditandai dengan peletakkan batu pertama oleh Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, didampingi Manager Program Yayasan Bali Children’s Project, Ni Putu Ayu Trisna Sari, Rabu (19/1/2022).

Kepala Sekolah TK Pradnya Kumara, Luh Putu Ratna Dewi di sela-sela acara peletakan batu pertama mengatakan kalau TK yang dipimpinnya sudah berdiri sejak 2009. Namun karena tidak memiliki gedung, maka proses belajar – mengajar murid TK terpaksa meminjam tempat di Balai Banjar Payungan.

Baca juga :  Suwirta Berharap Aplikasi Srikandi Percepat Pekerjaan

“Selama ini kami gunakan balai banjar untuk proses belajarnya. Kami lakukan sekat – sekat untuk ruang belajar di balai banjar,” ungkap Ratna Dewi.

Selama memakai balai banjar, Ratna Dewi juga mengakui menemui kendala dalam proses belajar. Terutama ketika ada upacara adat. Karena Balai Banjar Payungan digunakan oleh warga untuk adat maka proses belajar murid TK dipersingkat. Bahkan pihak sekolah terpaksa memberikan tugas bagi murid TK untuk dikerjakan di rumah.

Baca juga :  Tim Distan Cek Kesehatan Daging Babi di Pasar Rakyat

Sementara Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta mengucapkan terimakasih kepada Yayasan Bali Children’s Project yang turut serta berpartisipasi membangun generasi bangsa melalui bantuan bangunan TK/PAUD ini. Karena bagi Suwirta, keberhasilan pembangunan itu tidak terlepas dari kolaborasi dari pemerintah, swasta dan masyarakat. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini