Pedagang Diminta Tak Tumpuk Stok Minyak Goreng

picsart 22 01 20 20 51 08 725
HARGA MINYAK - Diskop, UKM dan Perdagangan Badung, saat mengecek penerapan harga minyak goreng di toko modern.

Kuta, DENPOST.id

Sosialisasi tentang penetapan harga minyak goreng oleh pemerintah juga dilakukan jajaran Perumda Pasar Mangu Giri Sedana, Badung.

Ditemui di sela-sela pemantauan, Kamis (20/1/2022), Dirut Perumda Pasar Mangu Giri Sedana, Made Sukantra memaparkan sosialisasi yang dilakukan bersama Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kerugian di pedagang.

Bahkan dia menegaskan, pihaknya akan turun ke seluruh pasar untuk melakukan sosialisasi. “Selain di pasar Kuta 2 dan Kuta 1, kami juga menyasar Pasar Sembung, Pasar Petang dan pasar lain di Badung,” ujar Sukantra.

Pihaknya tidak ingin pedagang menerima kerugian lebih besar, karena pengambilan barang yang lebih banyak, sehingga terjadi stok yang menumpuk.
“Saya arahkan untuk membeli sesuai jumlah penjualan setiap harinya. Mudah-mudahan pedagang tidak banyak yang rugi, terlebih saat ini kondisi yang berat di masa pandemi,” harapnya.

Baca juga :  Nelayan Dikabarkan Hilang Ditemukan di Muncar

Seperti diketahui sebelumnya, pedagang membeli minyak goreng di angka Rp18 ribu sampai Rp19 ribu dan dijual kembali dengan kisaran harga Rp20 ribu. Bahkan di beberapa tempat, masih terjadi harga sampai Rp22 ribu. “Kalau ini masih ada, tentu akan ada selisih cukup banyak. Mudah mudahan dengan adanya informasi yang disampaikan Pak Kadis Koperasi mereka bisa meminimalkan kerugian,” harap Sukantra.

Sementara Kadis Koperasi, UMK dan Perdagangan Badung, Made Widiana, mengatakan dari pemantauan yang dilakukan di sejumlah toko modern di Badung, sejak Rabu telah menerapkan harga Rp14 ribu per liter. Dia berharap pedagang pasar tradisional bisa segera menyesuaikan agar tidak ditinggalkan pelanggan. (113)

Baca juga :  Vaksinasi di Badung Sudah Capai 72 Persen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini