Ribuan Sambungan Pelanggan PDAM Gianyar Dicabut

picsart 22 01 21 19 08 38 676
PELANGGAN DICABUT - Dirut Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani Gianyar, Made Sastra Kencana, saat menunjukkan data sambungan pelanggan yang dicabut, Jumat (21/1/2022)

Gianyar, DENPOST.id

Hampir 2 tahun kasus Covid-19, berlangsung dan berdampak kepada perekonomian masyarakat. Tak pelak kondisi ini juga berdampak kepada pelanggan PDAM Gianyar, yang sekarang berganti nama menjadi Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani Gianyar.

Berdasarkan data tahun 2021, sebanyak 1.287 sambungan pelanggan dicabut petugas Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani Gianyar.

Dirut Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani Gianyar, Made Sastra Kencana, Jumat (21/1/2022), mengatakan pandemi Covid-19 berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Hingga Desember 2021, sebanyak 1.287 sambungan pelanggan air minum sudah dicabut petugas. Sambungan pelanggan dicabut, dengan berbagai alasan. Paling banyak karena tidak mampu bayar mencapai 595 sambungan, pelanggan beralih ke air desa mencapai 267, karena punya sumur bor mencapai 231, karena beralih ke Pamsimas 76, lain-lain sebanyak 45, karena rumah kosong 26, karena punya dua meteran 18, karena usaha bangkrut mencapai 12 sambungan.

Untuk menutupi biaya operasional PAM TS, antara lain berupaya mencari pendapatan yang tertunda dengan memungut tunggakan pelanggan yang sudah dicabut maupun tunggakan pelanggan yang masih aktif.

Baca juga :  Siswi SD Meninggal Dunia Kena DB

Pihaknya mengungkapkan pelanggan yang berhenti tahun 2021, lebih banyak pelanggan skala rumah tangga. Dari 1.289 pelanggan PAM TS yang berhenti antara lain pelanggan di Kecamatan Gianyar sebanyak 219 pelanggan, Kecamatan Blahbatuh (158 pelanggan), Ubud (194 pelanggan), Payangan (47 pelanggan), Tegallalang (128 pelanggan), Sukawati (295 pelanggan), dan Kecamatan Tampaksiring (232 pelanggan). “Untuk pelanggan yang berhenti dan masih menunggak diberikan keringan untuk membayar tunggakan secara mencicil,” ujarnya. (116)

Baca juga :  Ari Dwipayana : Perkuat Arus Tengah Dalam Masyarakat Multikultur

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini