Edarkan SS Senilai Ratusan Juta Rupiah,  Siswa SMA Dibekuk Polres Badung

edar
DIBORGOL - Pelajar SMA di Tabanan, PMP (kanan, baju tahanan), diborgol setelah ditangkap aparat Polres Badung karena menjadi kurir SS dengan barang bukti bernilai lebih dari Rp 200 juta. (DenPost.id/wiadnyana)

Mengwi, DenPost

Aparat Satresnarkoba Polres Badung membekuk seorang pelajar SMA di Tabanan berinisial PMP. Siswa kelas Xll berusia 20 tahun ini menjadi kurir sabu-sabu (SS) dengan barang bukti bernilai lebih dari Rp 200 juta.

Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes didampingi Kasat Resnarkoba AKP Putu Budi Artama, Senin (24/1/2022) mengatakan tersangka PMP ditangkap saat mengambil tempelan SS di seputar Jalan Raya Mengwi, Badung, pada Jumat (14/1) sekitar pukul 15.30. “Tertangkapnya tersangka berdasarkan informasi masyarakat. Kami membutuhkan waktu dua bulan untuk meringkus pelajar SMA asal Tabanan ini,” tegas Dedy.

Baca juga :  Mengawali Tugas, Kepala Basarnas Bali Lakukan Ini

Dia melanjutkan saat mengambil paket SS di Jalan Raya Mengwi, terswangka PMP mengendarai sepeda motor Honda Grand nopol DK 6168 GG. Setelah turun dari motor dan mengambil tempelan di pinggir jalan, polisi langsung menyergapnya. Saat itu polisi mengamankan satu paket SS. “Saat diinterogasi, tersangka mengaku masih menyimpan barang bukti SS di dalam almari pakaian di rumahnya. Sedangkan barang bukti yang ditemukan di rumahnya itu diambil di sekitar Pura Taman Ayun, Mengwi,” ungkap Kapolres Badung.

Dari tangan PMP, polisi mengamankan barang bukti SS dengan berat 126,42 gram, timbangan digital, dan gunting. “Ini sangat disayangkan, karena generasi muda dirusak oleh narkoba. Untuk memberantas narkoba memang membutuhkan pengawasan dari semua pihak. Salah satu yang paling penting yakni pengawasan dari orangtua,” tambah Dedy.

Baca juga :  Nominal Bantuan Kreasi Pawai Ogoh-ogoh di Badung Dikurangi

Menyambung keterangan Kapolres, Budi Artama mengungkapkan tersangka PMP mendapat narkoba setelah kenal dengan pria yang mengaku Ajik Dewa melalui Facebook (FB). PMP lalu diarahkan mengambil dan mengedarkan narkoba dengan upah mulai dari Rp 1 hingga Rp 2 juta untuk ratusan gram SS.

Menurut Budi Artama, PMP sejauh ini, tidak mengedarkan SS itu ke teman-teman sekolahnya di Tabanan, melainkan diedarkan di Badung dan Denpasar. “Walau masih duduk di bangku kelas XII SMA, tersangka tetap diproses hukum. Tersangka dijerat Pasal 112 Ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun. Dia sudah punya KTP dan usianya sudah 20 tahun. Menurut informasi, tersangka sempat berhenti sekolah, kemudian melanjutkan lagi,” tandas Budi Artama. (yan)

Baca juga :  Badung Raih Penghargaan Natamukti

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini