Tekan Stunting, Wagub Sarankan Pasutri Cek Kesehatan Sejak Awal

cok 1
STUNTING - Wagub berbincang dengan Kepala Perwakilan BKKBN Bali terkait pemetaan penyebab stunting.

Sumerta, DENPOST.id

Untuk mempercepat penanggulangan stunting di Bali, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) menilai perlu dilakukan mapping atau pemetaan penyebab terbanyak kasus stunting. Hal tersebut disampaikan Cok Ace saat bertemu dengan tim dari BKKBN Provinsi Bali yang dipimpin Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, di ruang tamu Wakil Gubernur Bali, Rabu (26/1/2022).

“Dari penjelasan ibu tadi, penyebab stunting bisa dimulai dari saat menjadi calon ibu hingga saat anak lahir yang tentu berkaitan dengan tumbuh kembang anak. Untuk itu kita cari penyebab utama di mana sehingga kita bisa cari solusi,” katanya.

Baca juga :  Perampok Sasar Toko, Isi Brankas Dikuras

Cok Ace juga meminta penanganan stunting di Bali bisa terus dilakukan dengan bersinergi dengan lintas terkait, seperti Dinas PMDDukCapil, Dinas Kesehatan dan Tim Penggerak PKK dengan memprioritaskan wilayah yang mempunyai risiko stunting tinggi. Tak lupa, tokoh Puri Ubud ini juga mengapresiasi langkah BKKBN Provinsi Bali yang mulai sosialisasi pencegahan stunting dari tingkat muda mudi. Menurutnya, idealnya anak muda yang hendak menikah sudah bisa cek kesehatan sebelum menikah.

“Jadi kita tahu mereka sehat atau ada penyakit tertentu. Karena mereka jugalah nanti yang akan melahirkan generasi penerus,” tutupnya.

Baca juga :  Jenazah WNA di Buagan Sempat Terbengkalai

Sebelumnya, dr. Ni Luh Gede Sukardiasih menyatakan tujuan pertemuan ini adalah selain silaturahmi karena baru dilantik sebagai Kepala Perwakilan BKKBN Prov Bali, juga sebagai upaya koordinasi dalam percepatan penurunan stunting di Bali. Sukardiasih juga menyampaikan program terkait percepatan penurunan stunting di Provinsi Bali. Sebagaimana tercantum dalam Perpres 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, di mana Kepala BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan penurunan stunting di Indonesia, sehingga BKKBN telah melakukan upaya-upaya dalam penurunan dan pencegahan stunting.

Salah satu upaya yang dilakukan dengan pembentukan Tim Pendamping Keluarga (TPK). Tim Pendamping Keluarga terdiri dari Bidan di Desa, Kader PKK dan Kader KB yang bertugas untuk melakukan pendampingan terhadap keluarga yang memiliki calon pengantin/calon pasangan usia subur, ibu hamil, ibu bersalin, ibu pasca persalinan, anak usia dibawah 5 tahun (balita), dalam rangka deteksi dini faktor risiko stunting dan melakukan upaya untuk meminimalisir atau pencegahan faktor risiko stunting.

Baca juga :  Nongkrong Larut Malam, Puluhan Pemuda Dibubarkan

“TPK ini nantinya ada di setiap desa, di mana sebelum melaksanakan kegiatan akan dilatih oleh BKKBN pada bulan Nopember 2021. Dalam melaksanakan sosialisasi, TPK ini dapat melakukan secara tatap muka langsung maupun melalui online kepada keluarga,” ungkapnya. (106)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini