Jaga Kesucian dan Kelestarian Sumber Air, Pemkab Gianyar Gelar Upacara Danu Kerthi

picsart 22 01 30 17 43 02 862
DANU KERTHI - Pemkab Gianyar, saat menggelar upacara Danu Kerthi di Empelan Pejeng, Desa Tampaksiring, Gianyar, bertepatan dengan perayaan tumpek uye, Sabtu (29/1/2022)

Gianyar, DENPOST.id

Guna menjaga kesucian dan kelestarian sumber air, lingkungan, serta bentuk wujud terima kasih atas segala keberlimpahan alam dan karunia-Nya, Pemkab Gianyar menggelar upacara Danu Kerthi. Upacara ini, dihadiri Bupati Gianyar, Wakil DPRD Gianyar, Dandim 1616/Gianyar, serta sejumlah pejabat Gianyar di Empelan Pejeng, Desa Tampaksiring, Gianyar, bertepatan dengan perayaan tumpek uye, Sabtu (29/1/2022).

Bupati Gianyar, I Made Mahayastra mengatakan perayaan hari raya tumpek di Bali untuk menjaga keharmonisan alam telah dilakukan sejak ratusan tahun lalu. “Kalau tumpek uye dan tumpek lainnya terkait bagaimana menjaga alam telah diwariskan turun temurun sejak beratus-ratus tahun lalu. Namun baru sekarang diselaraskan dengan program-program pemerintah,” kata Mahayastra.

Baca juga :  Di Denpasar, 62 Orang Positif Covid-19 dan Tiga Pasien Meninggal

Dikatakan dia, sebenarnya program ini telah ada di masing-masing OPD, namun lebih dikonkritkan lagi untuk mengedukasi masyarakat, sehingga sebelum acara ini digelar pihaknya sudah turun untuk melakukan pembersihan sungai, kali, lingkungan dan sekarang dilanjutkan dengan pelepasan burung dan pelepasan ikan,” ujarnya.

Dalam upacara Danu Kerthi tersebut, dilakukan ritual keagamaan guna menjaga kesucian sumber mata air. Selain itu, pelepasan burung, serta 10 ribu benih ikan untuk menjaga kelestarian sungai. Mengingat, alamlah yang memberikan nafas kehidupan kepada manusia, sehingga Mahayastra mengajak masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan terutama sungai agar tetap bersih.

Baca juga :  Paslon Suta-Bagus dan Sadia Saling Klaim Kemenangan

“Alamlah yang memberi nafas kehidupan kepada kita, untuk itu mari kita jaga bersama-sama. Sungai harus dijaga, ciri sungai yang terjaga masih ada ikannya, airnya bersih, mengalir dengan baik, tidak ada buang sampah dan tidak ada buang limbah,” kata Mahayastra di tepi DAS Pakerisan.

Sementara Pekaseh Gede Empelan Pejeng, I Wayan Pasek mengatakan Empelan Pejeng tersebut, mengairi 54 subak yang ada di delapan desa di Kabupaten Gianyar, dengan jumlah anggota subak sebanyak 2.000 orang lebih. Empelan Pejeng DAS Pakerisan ini, mengairi 54 subak yang tersebar di Desa Pejeng Kaja, Pejeng, Pejeng Kangin, Pejeng Kelod, Sanding, Sumita, Suwat dan Siangan. Di mana, anggota subaknya secara keseluruhan lebih dari 2 ribu orang.

Baca juga :  Gelombang Tinggi, Air Laut Genangi Areal Parkir Rumah Makan di Lebih

Wayan Pasek menambahkan sumber mata air Empelan Pejeng terdiri dari 118 tirta panglukatan termasuk Tirta Empul, Tirta Mengening, Tirta Gunung Kawi, dan tirta lainnya yang menyatu di Campuhan Tampaksiring. Untuk perawatan empelan dilakukan warga subak secara gotong royong untuk menjaga kebersihan dan kelancaran saluran irigasi mengairi lahan persawahan. (c/116)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini