Imlek di Tengah Pandemi: Atur Persembahyangan, Kunjungan Keluarga Bergilir

romo sin
Ketua Perhimpunan Tionghoa-Indonesia (Inti) Bali, Sudiarta Indrajaya (Romo Sin)

Perayaan Tahun Baru Imlek 2573 Kongzili pada Selasa (1/2/2022), bagi kalangan Tionghoa di Bali, masih seperti tahun sebelumnya. Hal itu karena pandemi belum juga sirna, bahkan belakangan ini, kasus kembali meningkat dengan  munculnya covid-19 varian baru, Omicron.

MENURUT Ketua Perhimpunan Tionghoa-Indonesia (Inti) Bali,  Sudiarta Indrajaya (Romo Sin), Minggu (30/1/2022), pandemi bukanlah merupakan halangan bagi kalangan Tionghoa untuk merayakan Imlek. Hanya teknisnya kali ini berbeda lantaran masih dalam situasi pandemi covid-19.  Menurut Romo Sin, persembahyangan di vihara, kelenteng maupun konco, tetap diatur sedemikian agar tidak menimbulkan kerumunan. Caranya tentu dengan kedatangan umat secara bergiliran, tetap menerapkan prokes dan mencuci tangah dengan sabun di air mengalir. Sedangkan acara persembahyangan diatur sedemikian rupa. Sehari sebelum Imlek yakni Senin (31/1/2022), umat sembahyang dan melakukan persembahan di rumah masing-masing.

Baca juga :  Busana Adat Bali Jadi Media Promosi Pariwisata di Pemimpin G20

Begitu juga kunjungan ke rumah-rumah tua, menurut Romo Sin, tidak dilakukan secara besar-besaran. Sanak-saudara yang ingin berkunjung untuk silaturahmi diterapkan secara bergiliran.

Khusus perayaan Imlek di tengah pandemi, tambah Romo Sin, juga memberikan makna tersendiri bagi kalangan Tionghoa. Umat melaksanakan kegiatan sosial yang bertemakan berbagai kasih di tengah pandemi. Mereka yang yang tergabung dalam Inti Bali, misalnya, melaksanakan berbagai kegiatan sebelum Imlek, seperti membagikan sembako, donor darah, melaksanakan vaksinasi booster, serta bakal menanam bibit mangrove (bakau) di Buleleng, Jembrana, Denpasar dan Nusa Penida. ‘’Kami ingin perayaan Imlek di tengah pandemi tetap memberi makna bagi kaum kita yang membutuhkan uluran tangan. Kami juga berharap kehidupan kita memperoleh berkah, kesejahteraan, dan rezeki,’’ tegas Romo Sin.

Dia mengucap syukur karena sejak pemerintahan Gus Dur, Imlek merupakan hari raya dan libur nasional. ‘’Khusus untuk di Bali, kerukunan dalam merayakan Imlek terpelihara sejak berabad-abad  lalu. Ini merupakan kebahagiaan tersendiri bagi kita,’’ tandas Romo Sin. (yad)

Baca juga :  AstraZeneca CTMAV547 Ditarik, Kakesdam Ajak Masyarakat Bali Tak Cemas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini