Gubernur Koster Perjuangkan Kearifan Lokal Tetap Terjaga: Rayakan Tumpek Uye di Danau Buyan

kosterku
VAKSINASI ANJING - Gubernur Bali Wayan Koster bersama Forkopimda beserta jajaran pada perayaan Rahina Tumpek Uye, salah satunya diisi dengan vaksinasi anjing ras di sekitar Danau Buyan, Sukasada, Buleleng. (DenPost.id/ist)

Sumerta, DenPost

Pemprov Bali melaksanakan penerapan Surat Edaran (SE) Gubernur Bali No.4 Tahun 2022 tentang tata-titi kehidupan masyarakat Bali berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi dalam Bali Era Baru. Hal itu diwujudkan Gubernur Bali Wayan Koster bersama Forkopimda beserta jajaran pada perayaan Rahina Tumpek Uye dengan upacara Danu Kerthi, Sabtu (29/1/2022) di Danau Buyan, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

“Atas nama Pemprov Bali, saya mengucapkan terima kasih atas kebersamaan dan kerja gotong royong kita pada hari suci Tumpek Uye ini. Semoga kita senantiasa dalam keadaan sehat dan bahagia, diberikan kekuatan lahir-batin untuk menjalankan swadharma masing-masing,” ujar Koster dalam pidatonya.

Nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi meliputi: 1) Atma Kerthi (penyucian dan pemuliaan atman/jiwa); 2) Segara Kerthi (penyucian dan pemuliaan laut); 3) Danu Kerthi (penyucian dan pemuliaan danau, mata air, sungai, dan laut); 4) Wana Kerthi (penyucian dan pemuliaan tumbuh-tumbuhan); 5) Jana Kerthi (penyucian dan pemuliaan manusia); dan 6) Jagat Kerthi (penyucian dan pemuliaan alam semesta).

Nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi merupakan warisan adiluhung dari leluhur, penglingsir Bali, sejak berabad-abad lalu, dengan perayaan hari Tumpek, selama ini hanya dilaksanakan secara perorangan oleh masyarakat, sehingga semakin ditinggal masyarakat Bali karena pengaruh nilai-nilai budaya luar dan dinamika perkembangan zaman, termasuk pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini.

Baca juga :  Vaksinasi di Jinengdalem Sasar 18 Lansia dan Disabilitas

Oleh karena itu Gubernur Koster dengan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali Era Baru. Gubernur menjadikan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi dengan perayaan hari Tumpek sebagai kebijakan yang diselenggarakan oleh pemda bersama masyarakat, agar warisan adiluhung ini terjaga dengan baik dan kokoh pada masa mendatang. “Rahina Tumpek Uye dilaksanakan dengan niat suci, tulus, dan lurus, dalam rangkaian acara untuk memuliakan sarwa wewalungan (binatang atau aatwa) yang dalam kepercayaan orang Bali binatang adalah saudara kita, bahkan mereka lebih dulu menghuni bumi ini dibandingkan manusia. Oleh sebab itu kita wajib menghormati dan memuliakannya, baik secara niskala maupun sekala,” terangnya.

Menurut Gubernur Koster, salah satu acara yang digelar untuk pertama kali secara serentak adalah perayaan rahina Tumpek Uye dengan upacara Danu Kerthi. Kegiatan ini adalah penyucian dan pemuliaan danau, mata air, sungai, dan laut sebagai huluning amerta sekaligus habitat binatang dan satwa yang wajib dilindungi bersama. Pentingnya melakukan perlindungan terhadap danau, mata air, sungai, dan laut beserta seluruh kehidupan yang ada di dalamnya, merupakan upaya merawat alam beserta isinya (pertiwi) yang perlu disosialisasikan secara masif agar dipahami, dihayati, diterapkan, dan dilaksanakan secara menyeluruh, konsisten, berkelanjutan dengan tertib, disiplin, dan penuh rasa tanggung jawab oleh masyarakat Bali.

Baca juga :  Karantina Desa Bondalem akan Berakhir, BST dan BLT-DD Segera Disalurkan

Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh kota/kabupaten se-Bali serta oleh seluruh komponen masyarakat Bali, yang diawali kegiatan niskala pukul 09.00-10.00, dilanjutkan dengan kegiatan sekala pukul 10.00 sampai selesai.

Pemprov dan Majelis Desa Adat Provinsi Bali melaksanakan upacara Danau Kerthi dengan kegiatan secara niskala berbentuk penyucian danau, otonan sarwa wewalungan (binatang), dan persembahyangan Tumpek Uye.  Kegiatan sekala dilakukan dengan melepas 100 ribu ikan di Danau Buyan, melepas binatang dan burung ke hutan Buyan, vaksinasi anjing ras Bali dan resik sampah di sekitar Danau Buyan. Pemkab/pemkot dan Majelis Desa Adat Kabupaten/Kota se-Bali juga melaksanakan upacara Danu Kerthi secara niskala dan sekala di danau/bendungan/ dam/sungai/telabah/mata air di masing-masing wilayah. Demikian halnya lembaga vertikal, desa/kelurahan, desa adat, keluarga, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan dan swasta, serta masyarakat, melaksanakan upacara Danu Kerthi secara niskala dan sekala.

Baca juga :  Capaian Vaksinasi di Buleleng Mendekati 80 Persen

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama jajarannya di Bali juga melaksanakan perayaan rahina Tumpek Uye yang dihadiri Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Alue Dohong, dan Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Berbahaya, dan Beracun,  Rosa Vivien Ratnawati, S.H., M.Sc, dengan melaksanakan pembersihan hutan mangrove di estuari dam Denpasar. Rosa menyampaikan bahwa kebijakan Gubernur Koster melaksanakan perayaan ini sangat keren dan menginspirasi.

“Kepada seluruh masyarakat Bali, saya mengucapkan selamat merayakan Tumpek Uye. Semoga di hari yang baik ini, binatang dan satwa yang menjadi unsur kehidupan alam ini semua sehat dan berbahagia,” ujarnya.

Dia berharap perayaan Tumpek Uye dan perayaan Tumpek yang lain agar menjadi laku hidup/gaya hidup/lifestyle oleh Masyarakat Bali secara berkelanjutan guna menghadapi dinamika perkembangan zaman dalam skala lokal, nasional, dan global. (wir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini