Kasus Covid-19 di Kutsel Meningkat, Satgas Gencar Melacak

picsart 22 01 31 12 58 40 620
VAKSINASI - Pelaksanaan vaksinasi booster di Kutsel.

Kutsel, DENPOST.id

Sejak beberapa hari terakhir di wilayah Kecamatan Kuta Selatan (Kutsel) terus terjadi peningkatan kasus Covid-19.
Berdasarkan data yang dibagikan Kasatgas Kecamatan Kutsel, Ketut Gede Arta, dari sebelumnya tanggal 22 Januari hanya 13 kasus, kini terus meningkat menjadi 53 kasus hingga tanggal 30 Januari.

Saat dihubingi pada Senin (31/1/2022), Gede Arta membenarkan adanya peningkatan kasus di wilayahnya.
Namun dia belum bisa memastikan apakah kasus baru tersebut adalah varian omicron atau bukan. Dikatakannya, kebanyakan dari kasus baru ini bersumber dari para pelaku perjalanan.
Dicontohkannya, dari yang sebelumnya melakukan perjalanan dan terpapar, setelah ditracing ditemukan kasus berikutnya.

Baca juga :  Ratusan Warga Ikuti Vaksinasi Booster di Banjar Petangan Gede

Untuk menyikapi kondisi ini, Gede Arta mengaku sudah menginstruksikan Satgas di kelurahan dan desa untuk terus menggencarkan pelacakan (tracing) dan testing. Selain itu, rencananya Senin ini, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan satgas dan puskesmas setempat untuk menentukan langkah-langkah yang akan diambil selanjutnya. Dia berharap semua masyarakat agar senantiasa waspada dan konsisten dalam menerapkan prokes untuk mencegah bertambahnya kasus di Kutsel.

Lebih detail diungkapkannya, kasus-kasus tersebut terjadi di wilayah Jimbaran dan Benoa yang kini masuk zona merah. Sedangkan Pecatu, Kutuh dan Tanjung Benoa masih bertahan di zona hijau dan Ungasan masuk ke Zona kuning.

Baca juga :  Tiba di Terminal Mengwi, Ratusan Santri Didisinfeksi

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kutsel, dr.IGN Sastrawan, mengungkapkan, penentuan zona merah yang dibagikan di grup satgas adalah hanya indikator secara internal saja, bukan yang resmi. Karena kalau berdasarkan tolok ukur Mendagri adalah berdasarkan banjar. Artinya jika dalam satu banjar ada 10 kasus barulah masuk katagori merah.

Sedangkan untuk evaluasi pelaksanaan PTM, pihaknya melakukan sampel secara acak. Di mana di beberapa sekolah diambil beberapa siswa untuk dites sebagai sampel. Sejauh ini PTM masih berjalan seperti biasa.

Baca juga :  Temui Bendesa Adat Kerobokan, Kapolresta Imbau Agar Tak Tolak Karantina PMI

Terkait vaksinasi booster, kata dia sudah berjalan hampir di seluruh kelurahan namun baru untuk lansia dan pelayan publik. Sedangkan yang untuk umum belum. (113)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini