Kasus Meningkat, Jembrana Tambah Kapasitas Isoter

picsart 08 11 05.37.42
ISOLASI TERPUSAT - Jajaran Satgas Covid-19 Jembrana, saat memantau ruang isolasi terpusat, beberapa waktu lalu. DENPOST.id/dok

Negara, DENPOSY.id

Peningkatan kasus Covid-19 di Jembrana belakangan ini direspons cepat jajaran Satgas Covid-19 Jembrana. Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, saat rapat koordinasi pada Minggu (30/1/2022) menyatakan akan mengambil beberapa kebijakan.
Di antaranya memperkuat kembali dari sisi pencegahan. Mulai dari penegakan prokes utamanya penggunaan masker serta menggencarkan penggunaan disinfektan sebagai pencegahan awal.

” Guna memotong rantai penyebaran kita sepakat mulai pekan depan tim akan turun bersama. Sisi pencegahan dan edukasi diperkuat kembali. Baik itu razia dan kegiatan bagi-bagi masker termasuk penyemprotan disinfektan,” jelasnya.

Ia memaparkan, saat ini kasus  di Jembrana didominasi mereka yang tergolong OTG (orang tanpa gejala). Karena itu, Tamba mengimbau masyarakat tidak panik namun tetap waspada utamanya disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

Kebijakan lainnya , pelaksanaan isolasi terpusat bagi masyarakat  yang terkonfirmasi. Cakupan ruangan sudah ditambah dengan ditetapkannya SMAN 2 Jembrana di Desa Yeh Sumbul serta Hotel Galuh sebagai lokasi isoter baru.
“Saat ini BOR kita masih tersisa 43 persen. Kita siapkan untuk memfasilitasi masyarakat melalui  isolasi terpusat sekitar  65 kamar lagi. Artinya bisa ditampung 130 warga terkonfirmasi  lagi. Ini juga untuk mencegah meluasnya wilayah yang terinfeksi,” terangnya.

Baca juga :  TNI - Polri Amankan Razia Vaksinasi Covid-19

Sementara kebijakan di sektor  pendidikan, PTM saat ini masih tetap berjalan dengan penerapan prokes yang ketat. Hanya saja , penutupan sekolah baru diambil secara parsial apabila ditemukan kasus disekolah tersebut .
” Sektor pendidikan ini juga menjadi atensi kami. Penutupan PTM di sekolah baru dilakukan apabila ditemukan kasus lebih dari enam orang. Jadi sifatnya parsial, tidak menutup PTM keseluruhan,” katanya.

Sedangkan kebijakan mengenai arak-arakan ogoh ogoh menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944 , Tamba mengatakan keputusan baru diambil pada  10 Februari 2022 nanti. Keputusan itu untuk menentukan  boleh tidaknya pengarakan ogoh-ogoh di tingkat kabupaten. Satgas covid-19 Jembrana akan mencermati kondisi dan mempertimbangkan situasi penularan covid-19 sehingga tidak menimbulkan klaster baru.

Baca juga :  Kejar Target, Pembeli Ikan di TPI Dibekali Kartu

” Ini sudah ada kesepakatan dengan majelis dan seka teruna sebelumnya. Jika ada didesa itu positif Covid-19 maka pengarakan ogoh ogoh tidak dilaksanakan, ” tandasnya .

Dari data Satgas Covid-19 Jembrana  per tanggal 29 Januari 2022, ada penambahan harian kasus  terkonfirmasi sebanyak 20 orang. ( 120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini