14 Siswa Terpapar Covid-19, PTM SMPN 2 Semarapura Dihentikan Lima Hari

tutup 1
TERPAPAR - Kondisi SMPN 2 Semarapura pascasiswanya terpapar Covid-19, Rabu (2/1/2022).

Semarapura, DENPOST.id

Klaster keluarga yang terjadi di Kabupaten Klungkung terus merembet ke sekolah. Kali ini, pihak SMPN 2 Semarapura terpaksa menghentikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) selama lima hari lantaran ada 14 siswanya terpapar Covid-19. Akibat kondisi tersebut, semua siswa di sekolah setempat kembali harus belajar daring dari rumah.

“Sebenarnya Satgas Penanganan Covid-19 Klungkung menyarankan agar PTM sementara dihentikan selama tiga hari. Tapi karena muridnya banyak yang terpapar maka kita hentikan selama lima hari dan Senin bisa PTM lagi,” ungkap Kadis Pendidikan Klungkung, Ketut Sujana, di sela pemantauan di SMPN 2 Semarapura, Rabu (2/2/2022).

Baca juga :  Lansia di Nusa Penida Ikuti Vaksinasi

Menurut Sujana, 14 siswa yang terpapar Covid-19 semuanya merupakan siswa kelas IX F. Kasus ini berawal dari salah seorang siswa asal Desa Manduang yang orangtuanya terpapar Covid-19. Setelah dilakukan tracing (penelusuran) ternyata si anak dan 13 siswa lainnya yang dalam satu kelas ikut terpapar Covid-19.

“Awalnya bapaknya dinyatakan positif Covid-19 pada Sabtu (29/1/2022). Dan, anak ini sempat masuk sekolah pada Sabtu. Setelah dilakukan tracing, Senin (31/1/2022) ada 13 siswa lagi yang terkonfirmasi Covid-19,” katanya.

Baca juga :  Santunan Kematian di Badung Terhambat

Sujana juga mengakui dari 14 siswa yang terpapar Covid-19, beberapa di antaranya bergejala seperti batuk dan demam. Semua siswa yang positif Covid-19 tersebut kini menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Termasuk belajar daring hingga lima hari ke depan.

Selain di SMPN Semarapura ada 10 siswa lagi di SMPN 3 Dawan yang terpapar Covid-19. Sama seperti di SMPN 2 Semarapura, kasus Covid-19 di SMPN 3 Dawan muncul dari klaster keluarga di Desa Pikat, Dawan. Awalnya ada dua siswa di sana yang terkonfirmasi Covid-19.

Baca juga :  Masih Misterius, Sumber Dentuman di Langit Buleleng Masih Diselidiki

Pihak sekolah pun telah menutup dua kelas di sana untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Tapi setelah dilakukan tracing, ada delapan siswa lagi yang ternyata terkonfirmasi Covid-19. “Kami masih melihat perkembangan di lapangan. Kalau semakin banyak tidak tertutup kemungkinan kita hentikan PTM di sekolah setempat,” ujar Sujana. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini