Simpan SS Hampir 1 Kg, Tukang Fogging Ngaku Hanya Jadi Kurir

fogging 1
NARKOBA - Kapolres Klungkung, AKBP I Made Dhanuardana bersama Kasat Narkoba, AKP Ketut Wiwin Wirahadi merilis kasus narkoba di Mapolres, Kamis (3/2/2022).

Semarapura, DENPOST.id

Jajaran Sat Narkoba Polres Klungkung berhasil mengungkap kasus besar. Hal ini menyusul diamankannya barang bukti narkoba jenis sabu-sabu yang beratnya mendekati 1 kg. Barang haram tersebut diamankan dari tangan salah seorang tukang fogging (pest control) berinisial BD (32) di sebuah rumah di Jalan Baladewa, Kelurahan Semarapura Klod Kangin, Klungkung.

Kapolres Klungkung, AKBP I Made Dhanuardana, didampingi Kasat Narkoba, AKP Ketut Wiwin Wirahadi dalam jumpa pers menjelaskan, tersangka (BD) yang lahir di Surabaya ini ditangkap pada tanggal 31 Januari 2022. Penangkapan tersangka berawal dari ditangkapnya dua tersangka narkoba yakni IKW alias SBL di rumahnya di Dusun Minggir, Gelgel dan OK di Jalan Soka III, Kelurahan Semarapura Klod pada tanggal 18 Januari 2022.

Baca juga :  Geliatkan Pariwisata, Klungkung Akan Gunakan Promosi Digital

Dari tangan kedua tersangka, petugas mengamankan SS sebarat 0,46 gram netto dan 0,05 gram netto. Bahkan petugas juga mendapat informasi ada jaringan narkoba di wilayah Klungkung. Nah, berbekal informasi tersebut anggota Sat Narkoba dipimpin Ketut Wiwin turun melakukan penyelidikan dan melakukan target operasi terhadap BD dan TK di seputaran Klungkung.

“Dari hasil penyelidikan inilah kemudian kita amankan seorang tersangka berinisial BD. Dan, dari tangannya kita amankan barang bukti SS seberat 864, 65 gram netto,” ungkap Made Dhanuardana, Kamis (3/2/2022).

Baca juga :  Ditimbun Longsoran, Jalan Buahan-Kintamani Bergelombang

Menurut Kapolres, Dhanuardana barang haram yang diamankan tersebut dipecah menjadi 22 paket. Selain SS, petugas juga mengamankan BB berupa tas gendong, timbangan elektrik, alat hisap bong, beberapa potongan aluminium foil, lakban, botol plastik, korek api, HP dan lainnya. Namun di hadapan petugas, BD mengaku hanya berperan sebagai kurir. Barang haram tersebut dikatakan dapat dari seseorang di salah satu lapas di Bali.

“Kami masih mendalami kasus ini. Barang haram ini rencana memang akan dipecah dan akan diperjualbelikan di seluruh Bali.Tapi dilihat dari hasil tangkapan ini kita bisa menyelamatkan kurang lebih 8.000 generasi muda dari bahaya narkoba,” ujarnya.

Baca juga :  Dekati Suwirta, Golkar Ngaku Dukung Kebijakan Pro-Rakyat

Sementara tersangka BD menolak dikatakan sebagai bandar narkoba. Ia mengaku hanya berperan sebagai kurir. Bahkan ia nekat menjadi kurir narkoba karena terhimpit masalah ekonomi. “Saya bukan bandar pak, saya hanya sebagai kurir saja. Dan saya belum dua tahun menjalani hal ini,” ungkap tersangka.

Namun dari hasil tes urine, BD bersama dua tersangka lainnya yakni SBL dan OK dinyatakan positif narkoba. Ketiga tersangka dikatakan juga sebagai pemakai. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini