Prodi Ekonomi Pembangunan FEB Unwar Laksanakan Monitorong MBKM

savtu magang
MONITORING - Foto bersama mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unwar setelah kegiatan monitoring, sekaligus penyerahan plakat kenang-kenangan kepada BPR Sari Jaya Sedana, Klungkung. (DenPost.id/ist)

Denpasar, DenPost.id

Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unwar pada Jumat (28/1/2022) melaksanakan monitoring Magang Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di PT BPR Sari Jaya Sedana, Klungkung. Saat itu empat mahasiswa Prodi FEB melaksanakan magang.

Siaran pers FEB Unwar yang diterima DenPost.id menyebutkan bahwa Kaprodi Ekonomi Pembangunan, Dr. Drs. I Ketut Darma, M.Si., bersama dosen pembimbing magang langsung terjun ke lapangan. Mereka didampingi Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FEB Unwar, A.A. Ketut Jayawarsa, S.E., M.Si., untuk  melakukan monitoring kegiatan magang perdana. Hal ini merupakan salah satu dari delapan bentuk pembelajaran yang diisyaratkan dalam Permendikbud No.3 Tahun 2020 tentang standar nasional pendidikan tinggi.

Baca juga :  Hingga Awal Mei, Realisasi Penerimaan Pajak Daerah di Denpasar 26,70 Persen

Kedatangan tim monitoring disambut Dirut PT BPR Sari Jaya Sedana, yang sekaligus alumni FEB Unwar, I Dewa Gede Meranggi Darmawijaya, S.E., M.M. Dalam kesempatan itu dia mengatakan bahwa para mahasiswa tidak hanya diberikan gambaran tentang operasional bank, namun juga diajak terlibat langsung  dalam kegiatan opersional bank. Dengan demikian bisa memahami lebih dalam dan mengaplikasikannya. Para mahasiswa juga dilibatkan dalam rapat-rapat penentuan langkah strategis bank.

Ketua Prodi Ekonomi Pembangunan mengatakan bahwa monitoring ini dilakukan untuk mengetahui dan memastikan pelaksanaan magang sesuai dengan tujuan serta rencana yang ditetapkan. Hasil monitoring menunjukkan bahwa magang ini sesuai dengan tujuan dan rencana, karena hal-hal yang didapat dan dilakukan oleh mahasiswa selama magang, mampu memperkaya capaian pembelajaran yang disusun untuk masing-masing mata kuliah. Hal ini akan dikonversi nilai dan SMS-nya melalui magang. Disebutkan pula bahwa hambatan-hambatan yang terjadi mulai dari proses pembekalan hingga magang nantinya, menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas magang periode berikutnya. (yad)

Baca juga :  Kali Pertama Gelar Pertemuan di Bali, KPK, BNN dan BNPT Bahas Masalah ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini