Hubungan Tamba-Ipat Renggang, Partai Pengusung Harapkan Ada Mediasi

picsart 22 02 04 20 24 59 844
Ketua DPC Gerindra Jembrana, I Kade Darma Susila.

Negara, DENPOST.id

Belakangan ini, santer terdengar informasi hubungan
Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, dengan Wabup Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) renggang.
Kondisi ini, bahkan dari informasi membuat suasana kerja di Pemkab Jembrana terkesan tidak nyaman.

Hal ini pun mendapat sorotan Partai Gerinda. Sebagai partai pengusung Tamba-Ipat yang tergabung dalam Koalisi Jembrana Maju (KJM), pihak Gerinda mendesak agar disikapi partai untuk segera dilakukan mediasi antara Tamba dengan Ipat.

Ketua DPC Gerindra Jembrana, I Kade Darma Susila, Kamis (3/2/2022) malam kepada media mengatakan pihaknya sangat menyayangkan adanya kerenggangan hubungan Bupati Tamba dengan Wabup Ipat. Apalagi kondisi ini, diketahui oleh publik dan membuat masyarakat bertanya-tanya.

Di mana sebelumnya hubungan Tamba-Ipat cukup harmonis. Darma Susila yang juga Anggota Fraksi Gerindra DPRD Bali Dapil Jembrana ini, menyayangkan kalau itu benar terjadi. “Kita berharap masalah itu (kerenggangan hubungan Bupati Tamba dan Wabup Ipat), bisa segera disikapi dan dicari apa permasalahannya. Jangan dibiarkan berlarut-larut,” ucapnya.

Baca juga :  Kantongi Rekomendasi Cabup, Kembang Bertekad Wujudkan Ini

Darma Susila mengatakan dari partai pengusung yang tergabung dalam KJM juga sempat menggelar rapat untuk membahas dinamika tersebut. Dalam rapat yang digelar pada, Selasa (1/2/2022), pihaknya dari Partai Gerindra meminta kepada partai koalisi untuk segera mencari benang kusut yang membuat renggangnya hubungan Tamba-Ipat yang baru menjelang setahun usia kepemimpinan mereka.

Untuk mencari benang kusut itu, sambung Darma Susila, ada dua tahap yang disarankan kepada rekan-rekannya di koalisi. Pertama, yakni meminta kepada Demokrat sebagai partai Bupati Tamba, dan Golkar sebagai partai Wabup Ipat untuk melakukan klarifikasi secara terpisah terhadap Tamba dan Ipat. Kedua, setelah dilakukan klarifikasi secara terpisah itu, barulah dilakukan konfrontasi antara Tamba dengan Ipat melalui partai koalisi yang tergabung dalam KJM.

Baca juga :  Ganggu Ketertiban Umum, Pengamen dan Pengasong Ditertibkan

Menurut Darma Susila, di samping
menyarankan klarifikasi dan konfrontasi tersebut, juga ada empat rekomendasi yang disampaikannya saat rapat KJM, beberapa waktu lalu. Pertama, pihaknya sebagai bagian KJM siap mengawal pemerintahan Bupati Tamba-Wabup Ipat sampai akhir masa jabatan tahun 2024. Kedua, pihaknya juga meminta apa yang menjadi visi misi Bupati Tamba-Wabup Ipat saat kampanye Pilkada Jembrana 2020, bisa segera direalisasikan sebelum akhir masa jabatan nanti.

Baca juga :  Berdayakan Perempuan Lewat Pelatihan Tata Rias

Ketiga, pihaknya minta persoalan dinamika Bupati Tamba dan Wabup Ipat agar segera diselesaikan. “Mumpung waktu masih ada, kita tidak mau persoalan itu sampai mengkristal dan menghambat apa yang menjadi visi misi saat kampanye. Dan rekomendasi kami yang keempat, kalau apa yang menjadi visi misi tidak bisa segera diwujudkan, kami mempunyai fraksi di DPRD tentu akan mengambil langkah konstruktif terhadap kinerja Bupati Tamba dan Wabup Ipat,” tandasnya. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini