Perajin Kendang dan Kulkul Mulai Mengeluh Sepi Order

picsart 22 02 06 19 10 54 719
KENDANG - Perajin kendang, I Nyoman Weka, dan Wiguna di Banjar Getas Kawan, Desa Buruan, Blahbatuh, Gianyar.

Gianyar, DENPOST.id

Pandemi Covid-19, sudah berlangsung hampir dua tahun dan tak kunjung berlalu. Hal inipun membuat perajin perangkat gamelan kendang dan perajin kulkul mengeluh.

Perajin kendang dan asesorisnya, I Made Wiguna ( 37), yang mendampingi ayahnya I Nyoman Weka (64) di Banjar Getas Kawan, Desa Buruan, Blahbatuh, Gianyar, Minggu (6/2/2022), mengaku meneruskan kerajinan kendang leluhurnya. “Kami membuat kendang secara turun temurun,” kata Wiguna.

Baca juga :  Diduga Sakit Tak Kunjung Sembuh, Gronding Tewas Gantung Diri

Pria ini mengaku dirinya selain membuat kendang juga panggul, saput kendang dan tas kendang. Kendang terbuat dari bahan kayu nangka didatangkan dari Petang, Badung, Karangasem, dan Bangli. “Karena pandemi Covid-19, berpengaruh kepada daya beli masyarakat. Sekarang ini daya beli masyarakat rendah, sehingga permintaan kendang juga menurun drastis,” ujarnya.

Dia pun lebih banyak sekarang ini, melakukan servis kendang mulai ganti kulit, ganti penukub, ganti tali jangat dan lain-lain.

Baca juga :  Gianyar Masih Rawat 68 OTG di Isoter

Dalam satu rumah atau pekarangan juga ada perajin kulkul, yakni I Made Ancut, dan Wayan Ardana (43) warga Banjar Getas Kawan, Desa Buruan juga mengeluhkan hal yang sama. (116)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini